Kemenhaj Ancam Cabut Izin KBIHU Usai Insiden Jabal Magnet
SinPo.id - Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, memperingatkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar mematuhi aturan otoritas haji setelah insiden kecelakaan jemaah di kawasan Jabal Magnet, Arab Saudi.
Dahnil menyampaikan duka cita atas peristiwa yang menimpa jemaah asal kloter SUB02 (Surabaya 02) dan JKS01 (Bekasi). Dia mengungkapkan, rombongan tersebut mengikuti kegiatan di luar program resmi berupa city tour yang diinisiasi dua KBIHU, yakni Nurul Harmain Probolinggo dan Al-Azhar Jakarta.
“Atas nama Kementerian Haji dan Umrah, saya turut berdukacita terhadap jemaah yang mengalami kecelakaan,” kata Dahnil dalam keterangannya, Kamis, 30 April 2026.
Menurut dia, kegiatan tersebut dilakukan tanpa izin dan koordinasi dengan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
Dahnil menilai pelanggaran ini sebagai bentuk ketidakpatuhan serius yang berpotensi membahayakan jemaah.
“Kami pastikan KBIHU yang tidak menaati aturan tidak hanya diperingatkan, tapi akan segera kami cabut izinnya,” ujar Dahnil menegaskan.
Dia menuturkan, kementerian akan menjatuhkan sanksi tegas terhadap KBIHU yang terbukti memberangkatkan atau mengarahkan jemaah ke lokasi di luar ketentuan resmi.
Langkah ini, kata dia, diperlukan untuk menjaga keselamatan dan ketertiban pelaksanaan ibadah haji.
Selain menyoroti peran penyelenggara, Dahnil juga mengingatkan jemaah agar tidak melakukan aktivitas berlebihan selama di Tanah Suci, seperti city tour atau belanja yang menguras tenaga.
“Fokuslah pada ibadah utama. Jangan melakukan kegiatan yang melelahkan karena akan berdampak pada kesiapan saat puncak haji,” kata dia.
Dia menyebut pemerintah telah menyediakan fasilitas ziarah resmi secara gratis ke sejumlah lokasi, seperti Masjid Qiblatain dan Masjid Quba, sehingga jemaah tidak perlu mengikuti program tambahan berbayar.
Lebih jauh, Dahnil mengingatkan adanya potensi praktik komersialisasi layanan ibadah, seperti umrah berulang, badal, hingga penyewaan kursi roda. Dia menegaskan layanan tersebut telah difasilitasi pemerintah tanpa biaya tambahan.
“Kami mengimbau jemaah berhati-hati terhadap oknum yang menjadikan jemaah sebagai komoditas,” ujarnya.
Dahnil juga meminta jemaah aktif melapor kepada petugas jika menemukan indikasi pelanggaran atau penipuan selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.