KAI Pulihkan Layanan KA Jarak Jauh, 13 Ribu Tiket Sudah Direfund

Laporan: Tim Redaksi
Kamis, 30 April 2026 | 01:42 WIB
Kondisi kereta tampak hancur usai bertabrakan di Stasiun Bekasi Timur. (Agus Priatna/SinPo.id)
Kondisi kereta tampak hancur usai bertabrakan di Stasiun Bekasi Timur. (Agus Priatna/SinPo.id)

SinPo.id -  PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyampaikan bahwa proses pemulihan layanan kereta jarak jauh terus berjalan pasca insiden di Bekasi Timur. Layanan dijadwalkan kembali normal secara bertahap mulai Kamis, 30 April 2026, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kesiapan operasional.

Saat ini perjalanan kereta masih mengalami sejumlah kelambatan sebagai bagian dari penyesuaian pola operasi. Pengaturan dilakukan secara hati-hati agar perjalanan tetap aman dan terkendali.

Di tengah proses pemulihan, KAI memastikan hak pelanggan tetap menjadi prioritas. Hingga Rabu (29/4/2026) pukul 17.00 WIB, sebanyak 13.027 tiket KA Jarak Jauh yang terdampak telah berhasil direfund. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa kebijakan pengembalian dilakukan penuh untuk memberikan kepastian bagi pelanggan.

“KAI memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100% di luar bea pesan bagi pelanggan yang terdampak. Seluruh proses dapat diakses dengan mudah melalui berbagai kanal layanan,” ujar Anne.

Refund berlaku bagi pelanggan yang membatalkan perjalanan akibat keterlambatan, penundaan lebih dari satu jam, perubahan rute, hingga mereka yang memilih tidak menggunakan kereta pengganti atau moda lanjutan. Kebijakan ini juga mencakup tiket pulang-pergi, tiket lanjutan (connecting), serta tiket layanan KAI Group dalam satu kode booking.

Proses refund dapat dilakukan melalui loket stasiun, Contact Center 121, maupun aplikasi Access by KAI. Batas waktu pengajuan diberikan hingga 7 hari sejak jadwal keberangkatan, dengan pencairan dana diupayakan selesai maksimal 1 x 24 jam setelah pembatalan.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Dalam proses pemulihan ini, kami terus berupaya memastikan layanan kembali berjalan dengan baik serta hak pelanggan tetap terpenuhi,” tutur Anne.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI