Kemenhaj Pastikan Jemaah Tiba di Madinah Sesuai Jadwal

Laporan: Sigit Nuryadin
Rabu, 29 April 2026 | 14:51 WIB
Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI Moh. Hasan Afandi (Foto: SinPo.id/Kemenhaj RI)
Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI Moh. Hasan Afandi (Foto: SinPo.id/Kemenhaj RI)

SinPo.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memastikan seluruh jemaah yang sempat mengalami keterlambatan keberangkatan akibat kendala teknis pesawat tetap dapat melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi dan tiba di Madinah tanpa perubahan signifikan pada jadwal kedatangan akhir.

Kepala Biro Humas Kemenhaj, Moh. Hasan Afandi, mengatakan jemaah kloter SUB 16 yang tertunda akhirnya diberangkatkan kembali pada 28 April 2026 dan tiba di Madinah pada 28 April 2026 pukul 04.22 waktu Arab Saudi. 

Sementara itu, kata ris, kloter PDH 5 yang sempat tertahan di Bandara Batam juga telah diberangkatkan pada 27 April 2026 pukul 07.40 WIB dan tiba di Madinah pada 28 April 2026 pukul 15.00 waktu setempat.

“Jemaah yang mengalami keterlambatan akibat kendala teknis pesawat telah diberangkatkan dan tiba di Madinah,” kata Hasan dalam keterangan resminya, Rabu, 29 April 2026.

Kendati proses keberangkatan kembali berjalan, lanjutnya, Kemenhaj mencatat adanya dinamika di lapangan berupa perubahan pola perjalanan yang melibatkan rombongan jemaah di Madinah. 

Adapun berdasarkan laporan yang diterima, sejumlah jemaah dari kelompok tertentu sempat melakukan rangkaian kunjungan ibadah ke beberapa lokasi, termasuk Masjid Ibratain, Masjid Quba, dan Jabal Uhud pada 28 April 2026 sekitar pukul 10.30 waktu Arab Saudi.

Hasan menegaskan, seluruh proses layanan haji dan umrah saat ini berjalan dalam koordinasi ketat antara penyelenggara dan petugas resmi di lapangan. Dia meminta setiap kelompok untuk memastikan pergerakan jemaah sesuai dengan jadwal dan pendampingan resmi.

“Kami mengimbau agar seluruh penyelenggara berkoordinasi aktif dengan petugas resmi serta mematuhi ketentuan yang berlaku,” ujar Hasan.

Dia juga menekankan, aspek keselamatan dan ketertiban jemaah menjadi prioritas utama dalam setiap fase perjalanan, termasuk saat terjadi gangguan teknis yang berpotensi menggeser jadwal keberangkatan.

"Selain itu, pemerintah kembali mengingatkan agar penyelenggara tidak menambahkan paket perjalanan di luar agenda ibadah maupun melakukan pungutan tambahan kepada jemaah," tutur Hasan. 

Di sisi lain, Hasan memastikan layanan bagi jemaah, termasuk lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan, tetap menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. 

"Pemerintah berharap seluruh rangkaian perjalanan dapat berlangsung tertib dan aman hingga seluruh jemaah menyelesaikan ibadahnya di Tanah Suci," tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI