Haji 2026 Berjalan Lancar, Kemenhaj Soroti Risiko Barang Bawaan Jamaah
SinPo.id - Pemerintah melaporkan proses penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi berjalan lancar hingga hari ke-9 pelaksanaan. Namun di balik kelancaran tersebut, otoritas haji menyoroti masih adanya potensi risiko keselamatan yang bersumber dari ketidakpatuhan jamaah terhadap aturan barang bawaan.
Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Moh. Hasan Afandi, mengatakan secara umum proses pemberangkatan dan kedatangan jamaah berlangsung tertib serta terlayani dengan baik di seluruh titik layanan.
“Alhamdulillah, hingga Rabu, 29 April 2026, kita telah memasuki hari ke-9 ibadah haji. Secara umum, proses pemberangkatan dan kedatangan jamaah berjalan dengan lancar, tertib, dan terlayani dengan baik oleh petugas,” kata Hasan dalam keterangan resminya, Rabu, 29 April 2026.
Berdasarkan data hingga 28 April 2026, sebanyak 122 kelompok terbang (kloter) dengan total 47.834 jamaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Sementara itu, 113 kloter atau 44.315 jamaah telah tiba di Madinah dan secara bertahap menempati hotel yang telah disiapkan.
Seluruh proses kedatangan, menurut Hasan, berlangsung tertib dengan pendampingan petugas haji sejak di bandara hingga ke akomodasi.
“Petugas kami siaga memberikan layanan sejak di bandara hingga ke hotel, memastikan jamaah mendapatkan pendampingan optimal,” tutur dia.
Kendati demikian, kata Hasan, Kemenhaj memberi perhatian khusus pada kepatuhan jamaah terhadap aturan penerbangan, terutama terkait barang bawaan.
Dia menegaskan, aturan tersebut bukan sekadar administratif, melainkan menyangkut keselamatan bersama.
“Kami menekankan pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan barang bawaan dalam penerbangan. Ini bukan sekadar aturan administratif, tetapi menyangkut keselamatan bersama,” ucap Hasan.
Dia mengingatkan adanya sejumlah barang yang dilarang dibawa, baik dalam bagasi kabin maupun bagasi tercatat, seperti bahan mudah terbakar, benda berbahaya, serta cairan yang melebihi batas ketentuan. Selain itu, jamaah juga diminta tidak membawa barang titipan yang tidak diketahui isinya.
“Kami menghimbau jamaah untuk tidak membawa barang titipan yang tidak jelas isinya serta memastikan seluruh barang dikemas sesuai aturan,” pungkas Hasan.
