Ketua Komisi X DPR Sampaikan Duka Mendalam Atas Kecelakaan Kereta di Bekasi
SinPo.id - Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi kecelakan KRL dan Argo Bromo Anggrek, di Bekasi Timur, hingga menyebabkan 14 orang meninggal dunia, dan puluhan orang lainnya terluka.
Salah satu korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut adalah Ibu Nurlaela, seorang guru di SDN Pejagan 11 Pulogebang, Jakarta Timur yang dikenal berdedikasi dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik, dan baru menyelesaikan pendidikan magister.
“Atas nama pribadi dan Komisi X DPR RI, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Ibu Nurlaela serta seluruh keluarga korban tragedi ini," kata Hetifah, dalam keterangan persnya, Rabu, 29 April 2026.
"Kepergian seorang guru yang tengah mengabdi untuk mencerdaskan anak bangsa adalah kehilangan besar bagi dunia pendidikan kita,” imbuhnya.
Menurutnya, negara perlu hadir memberikan perhatian khusus kepada keluarga almarhumah, mengingat jasa dan pengabdian beliau sebagai tenaga pendidik.
“Saya mendorong agar pemerintah pusat maupun pemerintah daerah memberikan insentif khusus, santunan yang layak, serta perlindungan maksimal kepada keluarga almarhumah. Ini penting sebagai bentuk penghormatan negara kepada guru yang telah mengabdikan hidupnya untuk pendidikan,” tegasnya.
Selain itu, Hetifah juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan para korban luka yang saat ini masih menjalani perawatan agar segera pulih dan dapat kembali berkumpul dengan keluarga.
“Kita doakan seluruh korban yang masih dirawat segera diberikan kesembuhan dan kekuatan. Saya juga berharap penanganan medis dilakukan secara optimal dan seluruh kebutuhan korban dipenuhi dengan baik," ungkapnya.
Terakhir, pihaknya meminta agar segera dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi publik. Sehingga ke depannya, kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Tragedi ini harus menjadi momentum pembenahan serius. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Jangan sampai ada lagi keluarga yang kehilangan orang tercinta akibat kelalaian sistem," katanya menambahkan.

