Trump Balas Kritik Merz, Retakan NATO Soal Iran dan Blokade Hormuz Kian Melebar

Laporan: Tim Redaksi
Rabu, 29 April 2026 | 03:44 WIB
Ilustrasi. Selat Hormuz. (SinPo.id/ABC)
Ilustrasi. Selat Hormuz. (SinPo.id/ABC)

SinPo.id -  Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa 28 April 2026 kembali memanaskan hubungan dengan sekutu Eropa setelah melontarkan kritik tajam terhadap Kanselir Jerman Friedrich Merz. Perselisihan ini menyoroti perbedaan pandangan di dalam NATO terkait strategi menghadapi Iran dan blokade Selat Hormuz.

Dalam unggahan di Truth Social, Trump menuduh Merz “membiarkan Iran memiliki senjata nuklir” dan menyebut sang kanselir “tidak tahu apa yang ia bicarakan.” Pernyataan itu muncul sehari setelah Merz menilai kepemimpinan Iran telah “menghina” Amerika Serikat dalam upaya negosiasi damai, serta mempertanyakan strategi Washington yang dinilai tidak memiliki rencana keluar jelas dari konflik.

Ketegangan ini terjadi di tengah kebijakan agresif pemerintahan Trump yang memimpin blokade di Selat Hormuz untuk menekan ekspor minyak dan suplai militer Iran. Namun sejumlah negara Eropa, termasuk Jerman, menolak terlibat langsung dalam operasi tersebut karena khawatir akan risiko eskalasi serta implikasi hukum dan ekonomi dari intervensi di jalur perdagangan energi paling vital dunia.

Perbedaan sikap ini memperlebar jurang di dalam NATO. Sementara Trump menekankan perlunya aksi kolektif yang lebih keras untuk memaksa Iran berkompromi, sejumlah sekutu Eropa justru mendorong jalur diplomasi sebagai solusi jangka panjang.

Komentar Merz menegaskan keraguan sebagian sekutu atas efektivitas strategi Washington, sementara Trump menilai sikap ragu-ragu Eropa sebagai kelemahan dalam menghadapi ancaman Iran. Retakan ini menambah ketidakpastian arah aliansi, di saat dunia menunggu apakah blokade dan tekanan ekonomi akan membawa Iran ke meja perundingan atau justru memicu konfrontasi lebih besar.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI