Mantan Wamenlu Amerika: Serangan AS ke Iran Adalah ‘Bunuh Diri Superpower’
SinPo.id - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri AS, Wendy Sherman, menyebut serangan Amerika Serikat terhadap Iran sebagai bentuk “superpower suicide” atau bunuh diri kekuatan besar. Dalam wawancara dengan ABC This Week, Sherman menilai langkah Washington justru memperkuat Rusia dan China, sekaligus mengokohkan kendali Garda Revolusi Islam (IRGC) di Iran.
“Kita melihat kebuntuan antara Amerika Serikat dan Iran. Ada perang ekonomi, ada kebuntuan militer. Yang dibutuhkan sekarang adalah diplomasi yang benar-benar keras,” ujar Sherman. Ia menekankan bahwa negosiasi dengan Iran tidak bisa dilakukan singkat, melainkan membutuhkan waktu panjang dengan tim ahli.
Sherman menilai keputusan AS telah menempatkan sekutu di Teluk dan Eropa dalam posisi sulit, serta memberi Rusia jalan untuk mendapatkan dana bagi perang di Ukraina. “Kita menciptakan situasi yang benar-benar bunuh diri superpower,” katanya.
Richard Haass, mantan Presiden Dewan Hubungan Luar Negeri (CFR), sependapat. Ia menyebut perang ini sebagai “perang pilihan yang keliru” dan membandingkannya dengan Vietnam. “Secara militer kita menang dalam hitungan sempit, tapi secara strategis kita kalah,” ujarnya.
Sherman menambahkan, IRGC kini memegang kendali penuh atas politik Iran, dengan tokoh-tokoh garis keras menentukan arah kebijakan. Ia menilai satu-satunya jalan keluar adalah diplomasi serius, termasuk kemungkinan penghentian blokade AS dan pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran sebagai langkah awal menuju kesepakatan.
