Iran Klaim Kemenangan atas AS, Trump Alami Pukulan Politik di Selat Hormuz

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 27 April 2026 | 02:14 WIB
Ilustrasi. Selat Hormuz. (SinPo.id/ABC)
Ilustrasi. Selat Hormuz. (SinPo.id/ABC)

SinPo.id -  Ketegangan di Selat Hormuz kembali memuncak setelah Iran mengklaim kemenangan atas apa yang disebut sebagai “perompakan maritim oleh pasukan teroris AS.” Klaim ini muncul usai pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyita dua kapal kontainer, MSC Francesca dan Epaminondas, pada Rabu 22 April 2026.

Kedua kapal yang dikelola oleh Mediterranean Shipping Company (MSC) itu dialihkan ke Pelabuhan Bandar Abbas, pelabuhan kontainer terbesar Iran. Meski MSC berbasis di Swiss, Teheran menuding tanpa bukti bahwa kapal tersebut dimiliki Israel.

Langkah Iran ini dianggap sebagai pukulan besar bagi Presiden Donald Trump, yang sebelumnya menyatakan bahwa Amerika Serikat memiliki “kendali penuh” atas jalur vital perdagangan energi dunia tersebut.

“IRGC memperingatkan AS dan sekutunya agar tidak melakukan aksi militer lebih lanjut, dengan janji akan memberikan respons kuat serta menegaskan kembali kontrol Iran atas Selat Hormuz,” tulis laporan The Wall Street Journal.

Insiden ini menambah eskalasi konflik di kawasan, memperlihatkan bagaimana perebutan pengaruh di jalur maritim strategis dapat berimplikasi langsung pada stabilitas global.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI