Balai Budaya Condet Didorong Jadi Sentral Pelestarian Budaya Betawi

Laporan: Sigit Nuryadin
Minggu, 26 April 2026 | 23:20 WIB
Balai budaya Condet (SinPo.id/ Beritajakarta)
Balai budaya Condet (SinPo.id/ Beritajakarta)

SinPo.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong optimalisasi pemanfaatan Balai Budaya Condet sebagai ruang publik untuk pelestarian seni dan tradisi, khususnya budaya Betawi. Gedung yang telah berdiri sejak sekitar 1990 itu dinilai memiliki potensi menjadi sentral kegiatan budaya di tengah masyarakat.

Kepala Unit Pengelola Gedung Pertunjukan Seni Budaya Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Rinaldi mengatakan keberadaan ruang pertunjukan seperti Balai Budaya Condet memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan ekosistem kesenian di perkotaan.

“Pengembangan kesenian di kota Jakarta ini sangat penting. Semoga Balai Budaya Condet dapat terus eksis menampilkan pertunjukan seni budaya yang ada di Jakarta, khususnya kebudayaan Betawi,” kata Rinaldi dalam keterangannya, Minggu, 26 April 2026.

Balai Budaya Condet yang sebelumnya dikenal sebagai Laboratorium Tari dan Karawitan Condet kini dilengkapi berbagai fasilitas, seperti amfiteater berkapasitas 100 penonton, aula, ruang tunggu pemain, hingga sarana pendukung lainnya. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan masyarakat maupun pihak lain melalui skema pemanfaatan aset pemerintah daerah.

Sementara itu, Kepala Program Studi Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Octavianus Cahyono Prianto menilai Balai Budaya Condet memiliki posisi penting sebagai ruang edukasi sekaligus laboratorium seni yang dekat dengan masyarakat.

“Keberadaan Balai Budaya Condet bisa menempatkan diri sebagai sentral budaya,” ujar Octavianus.

Dia menambahkan, kedekatan lokasi dengan lingkungan warga menjadi keunggulan tersendiri dalam mendorong partisipasi publik terhadap kegiatan seni budaya.

“Tentu ke depan, Balai Budaya Condet harus dapat membangkitkan minat sebagian dari kolektif memori bagi masyarakat,” katanya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI