Wamensos: Sekolah Rakyat Dirancang Jadi Jembatan Emas Keluar dari Kemiskinan

Laporan: Tio Pirnando
Minggu, 26 April 2026 | 22:56 WIB
Wamensos RI Agus Jabo Priyono (SinPo.id/Tangkapan layar)
Wamensos RI Agus Jabo Priyono (SinPo.id/Tangkapan layar)

SinPo.id - Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyampaikan, Sekolah Rakyat memiliki mandat yang berbeda dari sekolah umum. Karena, tak hanya memberi pendidikan formal, tapi juga dirancang sebagai instrumen strategis negara untuk memutus transmisi kemiskinan antar generasi. 

"Sekolah Rakyat ini berbeda. Kita tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi menjalankan misi besar untuk memutus rantai kemiskinan. Inilah jembatan emas bagi keluarga-keluarga yang selama ini tidak memiliki harapan," kata Agus dalam keterangannya, Minggu, 26 April 2026. 

Agus menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lebih dari 74 persen keluarga miskin memiliki tingkat pendidikan hanya sampai sekolah dasar. Dan, masih terdapat sekitar 4,1 juta anak usia 7–18 tahun atau 7,63 persen yang belum atau tidak lagi bersekolah. Dari jumlah tersebut, sekitar 3,79 juta anak sudah tidak bersekolah lagi.

Untuk menjawab tantangan itu, pada tahun ini pemerintah meningkatkan kuota peserta didik Sekolah Rakyat dari 15 ribu lebih menjadi 45 ribu siswa.

"Kita baru bisa menyerap 45.000 anak dari sekitar 4 juta yang belum bersekolah. Ini menjadi motivasi kita bersama untuk terus memperluas jangkauan," tegasnya.

Kemensos juga melakukan langkah proaktif dengan menjemput langsung anak-anak usia sekolah yang tidak bersekolah, termasuk di wilayah Jakarta, untuk ditempatkan di 10 titik tambahan Sekolah Rakyat.

Agus menekankan bahwa dampak Sekolah Rakyat tak hanya dirasakan oleh anak, tetapi juga keluarganya.

"Sekolah Rakyat tidak hanya mengubah satu anak, tetapi memulihkan harapan satu keluarga. Dari yang sebelumnya tidak punya harapan, kini mereka memiliki masa depan," tukasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI