Rano Soroti 'Jazz to Goes Campus' sebagai Motor Ekraf
SinPo.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menempatkan festival musik sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi kreatif Ibu Kota. Hal itu Rano sampaikan saat menghadiri Jazz Goes to Campus bertajuk The City Series 2026 di Taman Ismail Marzuki, Sabtu malam, 24 April 2026.
Dalam sambutannya, Rano menyebut ajang tersebut bukan sekadar perayaan musik, melainkan ruang produksi gagasan dan kolaborasi lintas komunitas.
“Penyelenggaraan JGTC di Jakarta tidak hanya merayakan keindahan musik jazz, tetapi juga menjadi panggung ide, ekspresi, dan kolaborasi yang memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global berbudaya,” ujar Rano dalam keterangan resminya, Minggu, 26 April 2026.
Dia menilai keberadaan festival yang berakar dari Universitas Indonesia itu ikut menjaga dinamika pertunjukan seni di Jakarta.
Menurut Rano, seni memiliki dimensi ekonomi yang kian relevan di tengah upaya pemerintah daerah mendorong pertumbuhan sektor kreatif.
“Seni tidak hanya berkaitan dengan estetika, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi,” tuturnya.
Adapun pernyataan tersebut sekaligus menegaskan arah kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang ingin menghidupkan kembali ruang-ruang kreatif. Salah satu langkah yang ditempuh ialah revitalisasi dan aktivasi kawasan TIM agar berfungsi sebagai simpul kolaborasi bagi para pelaku seni.
Rano mengatakan optimalisasi ruang kreatif diperlukan untuk membangun ekosistem yang berkelanjutan.
“Kami ingin ruang-ruang kreatif di Jakarta dimanfaatkan secara optimal untuk membangun masyarakat yang kreatif dan berdaya,” kata Rano.
Dia menuturkan, integrasi budaya lokal dan inovasi menjadi kunci dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global berbasis budaya.
Lebih jauh, Rano menekankan pentingnya penguatan identitas lokal dalam pengembangan ekonomi kreatif, termasuk melalui pelestarian budaya Betawi.
"Pemerintah berharap pendekatan tersebut dapat mendorong generasi muda terlibat aktif dalam produksi karya seni sekaligus membuka peluang ekonomi baru," ucap dia.
Rano juga mengaitkan penyelenggaraan The City Series 2026 sebagai bagian dari momentum menuju 50 tahun JGTC dan perayaan lima abad Jakarta pada 2027.
"Kami berharap festival ini terus berkembang sebagai ruang kolaboratif yang tidak hanya memperkaya lanskap budaya, tetapi juga memperluas dampak ekonomi kreatif secara inklusif," tandasnya.
