Trump Dituduh Lakukan 'Kesalahan Katastropik' Usai Laporan Iran Perkuat Program Nuklir

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 26 April 2026 | 03:10 WIB
(nuklir) Foto: KCNA
(nuklir) Foto: KCNA

SinPo.id -  Presiden Amerika Serikat Donald Trump dituding melakukan “kesalahan katastropik” setelah laporan New York Times mengungkap bahwa program nuklir Iran berkembang pesat sejak AS keluar dari kesepakatan nuklir era Obama.

Menurut laporan yang ditulis oleh William J. Broad dan David E. Sanger, Iran kini memiliki 11 ton uranium dengan berbagai tingkat pengayaan. Jumlah itu, jika dimurnikan lebih lanjut, cukup untuk membangun hingga 100 senjata nuklir — lebih besar dari perkiraan arsenal Israel. Hampir seluruh stok tersebut dikumpulkan setelah Trump membatalkan kesepakatan nuklir 2015, yang sebelumnya membatasi cadangan Iran hingga tidak cukup untuk membuat satu bom.

Kritik Keras

Tommy Vietor, mantan staf Dewan Keamanan Nasional era Obama, menyebut keputusan Trump keluar dari kesepakatan nuklir sebagai “kesalahan katastropik.”

Ben Rhodes, mantan penasihat kebijakan luar negeri, menambahkan bahwa keputusan tersebut jelas berbahaya namun tidak mendapat sorotan media sebesar perjanjian nuklir itu sendiri.

Sejumlah pengamat menilai langkah Trump justru memberi ruang bagi Iran untuk memperluas kapasitas nuklirnya.

Dampak Strategis

Keputusan Trump meninggalkan kesepakatan nuklir telah memicu kekhawatiran global, terutama terkait stabilitas Timur Tengah dan potensi perlombaan senjata nuklir. Laporan ini diperkirakan akan kembali memanaskan perdebatan politik di Washington mengenai kebijakan luar negeri AS terhadap Iran.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI