Maju di Kongres, Michael Wattimena Siap Bawa PIKI Berintelektual
SinPo.id - Nama-nama calon Ketua Umum terus bermunculan jelang Kongres VII Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) yang diagendakan digelar pada akhir April 2026. Salah satu calon yang di gadang-gadang pengurus daerah yaitu, Michael Wattimena.
Sosok Michael Wattimena bersama anggota DPD RI Penrad Siagian siap maju sebagai calon Ketua Umum dan Sekjen periode 2026-2030.
Selain nama Michael Wattimena, ada nama calon Ketu Umum PIKI, di antaranya Badikenita Putri Sitepu (petahana), Audy Wuisan (Sekjend PIKI), Iwan Butarbutar. Pemilihan Ketua Umum bertujuan untuk menentukan arah perjuangan intelektual cendekiawan Kristen dalam merespons isu-isu kebangsaan dari sebuah organisasi PIKI yang berdiri sejak 19 Desember 1953.
Alasan Michael Wattimena maju dan merebut kursi nomor satu di PIKI tak lain dengan keinginannya organisasi itu menjadi lebih baik dan sebagai jembatan dan masukan pemerintah. Menurutnya, organisasi intelektual Kristen tidak boleh lagi terjebak dalam rutinitas yang stagnan dan minim dampak.
Dia menyerukan perubahan mendasar agar PIKI bertransformasi menjadi kekuatan intelektual yang berani, progresif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
"Dengan mengusung tema bertanding untuk bersanding melayani gereja, masyarakat dan negara. PIKI tidak boleh terus berjalan di tempat. Kita harus berani keluar dari zona nyaman dan menghadirkan solusi konkret bagi persoalan bangsa," kata Michael Wattimena dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu, 25 April 2026.
Michael Wattimena yang juga mantan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demorkat dan saat ini aktif sebagai komisaris di PT Pertamina International Shipping (PIS) sekaligus Tenaga Ahli Menteri ESDM, dan sebelumnya maju sebagai calon wakil gubernur Maluku bermimpi hanya satu periode bilamana nanti diberikan amanah duduk di kursi nomor satu PIKI.
BMW panggilan akrab Michael Wattimena mengatakan selama ini kontribusi intelektual PIK belum maksimal terhadap pemerintah pusat. Dia bahkan menilai PIKI belum bisa menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan kebangsaan.
Karena itu, kata BMW, PIKI harus berhenti menjadi sekadar ruang wacana, dan mulai mengambil peran sebagai motor penggerak perubahan.
"Tidak cukup hanya berkumpul dan berdiskusi. PIKI harus tampil memimpin, menawarkan solusi, dan menghadirkan dampak nyata," ujarnya.
Dia juga menyoroti posisi pemerintah dalam kondisi geopolitik yang tidak baik-baik saja. BMW bahkan mengungkapkan ada negara yang tidak bisa menghadapi geopolitik yang tidak menentu.
Namun, politisi asal Kota Ambon Maluku itu memberikan apresiasi kepada pemerintah Prabowo Subianto yang bisa menghadapi geopolitik dunia. Begitu juga dalam menghadapi kenaikan minyak dunia.
"Hari ini pada kondisi dunia tidak baik-baik aja, terutama dengan kondisi geopolitik global. Namun peran Presiden Prabowo dengan jajarannya dapat menghadapi semua persoalan tersebut, terutama Ekonomi politik yang mengalami distorsi, tapi kondisi kita tetap baik saja," katanya.
Selain itu, dia menyebut pemerintah sudah bisa swasembada beras. Termasuk, mengondisikan harga BBM disaat negara tetangga menaikkan harga.
"Untuk itu, PIKI ke depan menjadi rumah para intelektual dan memberikan sumbangsih dan keilmuannya kepada pemerintah," tegasnya.
