Bukan Kelola Rekening, Prioritas Pemerintah Ingin Perkuat Ekosistem Masjid

Laporan: Tio Pirnando
Sabtu, 25 April 2026 | 14:13 WIB
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar (SinPo.id/ Dok. Kemenag)
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar (SinPo.id/ Dok. Kemenag)

SinPo.id - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan, prioritas pemerintah adalah memperkuat ekosistem masjid melalui pemberdayaan generasi muda, bukan melakukan intervensi terhadap pengelolaan rumah ibadah. 

Hal ini sekaligus menepis hoaks yang mengatakan bahwa pemerintah akan mengambil alih pengelolaan rekening masjid.

"Negara hadir bukan untuk membatasi ruang gerak masjid, apalagi mengintervensi asetnya. Justru melalui pengukuhan RISMA ini, kita ingin memastikan masjid dikelola secara mandiri, kreatif, dan modern oleh tangan-tangan pemuda yang berakhlak mulia," kata Nasaruddin usai mengukuhkan 531organisasi Remaja Islam Masjid (RISMA) Bengkulu, dikutip Sabtu, 25 April 2026. 

Menurut Nasaruddin, pemuda yang menghabiskan waktunya di masjid adalah golongan istimewa dalam ajaran agama. Selain itu, pembinaan remaja masjid juga strategis dalam pembentukan karakter bangsa.

"RISMA menjadi wadah strategis untuk membina ketakwaan sekaligus memberdayakan remaja melalui kajian, pendidikan (TPQ), dan bakti sosial," paparnya.

Pengukuhan lebih dari 500 organisasi RISMA ini, merupakan langkah nyata Kemenag dalam membangun karakter keagamaan yang moderat dan inklusif. Di tengah arus informasi yang kerap memecah belah, remaja masjid diharapkan menjadi penyaring informasi dan perekat sosial di masyarakat.

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Saefudin menambahkan, setelah pengukuhan di tingkat kota, pihaknya menargetkan penguatan terhadap lebih dari 4.000 organisasi RISMA di seluruh Provinsi Bengkulu.

Saefudin menekankan bahwa pemerintah berperan sebagai fasilitator pembinaan, sementara kemandirian tata kelola tetap berada di tangan jamaah dan pengurus masjid setempat

"RISMA adalah garda terdepan. Kita ingin mereka kuat secara spiritual, mandiri secara organisasi, dan memiliki semangat kebangsaan yang tinggi. Inilah esensi kemakmuran masjid yang sebenarnya, masjid yang hidup karena aktivitas pemudanya," ujar Saefudin.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI