Pelajar SMA Tewas Dikeroyok di Bantul, Anggota Komisi III DPR Desak APH Bertindak Cepat
SinPo.id - Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti tewasnya seorang pelajar SMA di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akibat dikeroyok sekelompok remaja.
Ia pun mengaku prihatin, dan mendorong aparat untuk melakukan pemetaan terhadap kelompok-kelompok berisiko guna menghindari kasus kekerasan pada remaja terulang kembali.
“Tentunya peristiwa ini menjadi sebuah keprihatinan bersama. Kita harap Aparat Penegak Hukum (APH) menangkap seluruh pelaku dan memproses secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Sarifuddin, dalam keterangan persnya, Jumat, 24 April 2026.
Pihaknya juga menekankan pentingnya pendekatan yang lebih luas terhadap persoalan kekerasan di kalangan anak muda, agar dapat memutus pola kekerasan.
“Melihat kekerasan fatal terhadap pelajar di Bantul, ini harus menjadi perhatian semua pihak bahwa ada tuntutan penanganan hukum yang mampu memutus pola kekerasan berulang di kalangan remaja,” tegasnya.
Ia menilai, pola kekerasan remaja di Indonesia saat ini telah memasuki fase yang tidak lagi dapat dibaca sebagai benturan spontan antarindividu, tetapi lebih kepada pola keberanian kolektif tanpa pertimbangan konsekuensi hukum memadai.
“Ketika tindakan kekerasan dilakukan secara bersama-sama, berlangsung dengan intensitas tinggi, dan berujung pada hilangnya nyawa, maka persoalan yang dihadapi bukan hanya tindak pidana individual," tuturnya.
Menurut Sudding, hal itu menjadi sinyal bahwa pendekatan pencegahan dan efek kehadiran hukum di ruang sosial remaja belum sepenuhnya terbaca sebagai batas yang nyata.
“Dan yang perlu menjadi perhatian dalam kasus seperti ini bukan hanya percepatan penangkapan seluruh pelaku, tetapi bagaimana proses hukum mampu membaca keseluruhan konstruksi peristiwa,” katanya menambahkan.
