MBG Tak Hanya Soal Gizi, Legislator Sebut Bisa Gerakkan Ekonomi Masyarakat

Laporan: Galuh Ratnatika
Jumat, 24 April 2026 | 17:10 WIB
Ilustrasi penyiapan ompreng untuk menu MBG (SinPo.id/ Dok. KemenUMKM)
Ilustrasi penyiapan ompreng untuk menu MBG (SinPo.id/ Dok. KemenUMKM)

SinPo.id - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, mengatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bertujuan meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan.

Karena tingginya kebutuhan bahan baku MBG, seperti ayam, dapat membuka peluang pemberdayaan masyarakat lokal. Terlebih satu SPPG dengan sekitar 3.000 penerima manfaat bisa membutuhkan lebih dari 200 potong ayam setiap hari.

"Ini tentu membutuhkan suplai besar dan menjadi peluang bagi masyarakat untuk mulai beternak ayam, baik ayam petelur maupun ayam potong,” kata Nihayatul, dalam keterangan persnya, Jumat, 24 April 2026.

Ia pum mendorong optimalisasi penggunaan produk lokal serta penguatan distribusi antar daerah. Sebab menurutnya, potensi komoditas unggulan di setiap wilayah dapat saling melengkapi untuk mendukung keberlanjutan program.

“Kalau di Kepulauan Riau udangnya bagus, sementara daerah lain kekurangan, ini bisa saling mendukung. Begitu juga dengan ikan atau sayur, bisa ada mekanisme saling suplai antar daerah,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan program MBG, tidak hanya dari sisi kesehatan dan gizi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI