Kemenag Ingin MBG Tepat Sasaran untuk Ponpes dan Madrasah
SinPo.id - Wakil Menteri Agama RI Romo Muhammad Syafi'i mengatakan, pihaknya akan ikut mengawal penguatan tata kelola data untuk memastikan ketepatan sasaran Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik di madrasah dan pesantren.
Menurut Syafi'i, Kemenag memiliki basis penerima manfaat yang signifikan dalam program MBG, yakni sekitar 15,6 juta jiwa yang mencakup santri dan siswa madrasah.
"Kementerian Agama 100 persen mendukung dan sangat membutuhkan program MBG. Ini bukan sekadar dukungan administratif, tetapi kebutuhan riil di lapangan agar peserta didik di madrasah dan pesantren memperoleh asupan gizi yang lebih baik," ujar Syafi'i dalam keterangannya, Jumat, 24 April 2026.
Politisi Partai Gerindra itu menerangkan, saat ini pihaknya tengah melakukan pembenahan melalui kebijakan Satu Data Kemenag guna meningkatkan akurasi dan konsistensi data. Upaya ini sekaligus untuk memastikan sinkronisasi dengan kementerian/lembaga lain sebagai dasar perumusan kebijakan yang tepat sasaran.
"Kami sedang berproses menyatukan dan merapikan sistem data agar lebih akurat, terintegrasi, dan mudah disinergikan. Dengan data yang semakin baik, intervensi program juga akan semakin tepat," ucapnya.
Dia menilai, karakteristik pendidikan keagamaan yang khas perlu menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan. Karena, ada irisan antara siswa madrasah dan santri pesantren. Di mana sebagian besar siswa juga tinggal dan belajar dalam sistem berasrama.
"Lebih dari 30 persen siswa madrasah adalah santri yang tinggal di pesantren. Karena itu, kami mengusulkan pendekatan klasifikasi yang lebih sederhana, yakni 'Santri' dan 'Non-Santri', agar pengukuran capaian program menjadi lebih jelas dan tidak terjadi tumpang tindih," jelasnya.
Lebih lanjut, Syafi'i menekankan pentingnya pendekatan implementasi yang adaptif, terutama bagi pesantren dengan jumlah santri besar maupun yang memiliki keterbatasan sarana.
"Pesantren pada prinsipnya sangat terbuka dan membutuhkan program ini. Oleh karena itu, pendekatan yang fleksibel dan kontekstual akan sangat membantu agar program MBG dapat diimplementasikan secara optimal tanpa mengabaikan kondisi riil di lapangan," tegasnya.
Ia menambahkan, dukungan pemenuhan gizi di pesantren merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.
"Pesantren memiliki peran strategis dalam pembinaan karakter dan penguatan generasi muda. Penguatan gizi bagi santri akan memberikan dampak langsung terhadap kualitas pembelajaran dan masa depan mereka," tukasnya.

