DPR: Pasukan Penjaga Perdamaian UNIFIL Sebaiknya Tak Ditarik

Laporan: Galuh Ratnatika
Rabu, 22 April 2026 | 15:36 WIB
Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto. (SinPo.id/Galuh Ratnatika)
Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto. (SinPo.id/Galuh Ratnatika)

SinPo.id - Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menjelaskan alasan tidak ditariknya prajurit TNI yang tengah bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian di Lebanon (UNIFIL), di tengah berkecamuknya perang antara Israel dan Hizbullah.

"Ketika kita sudah komit di sana, kita enggak boleh tarik, sebaiknya jangan ditarik, karena itu kita juga menjalankan preambule, di preambule adalah ikut memelihara perdamaian dunia," kata Utut, dalam keterangan persnya, dikutip Rabu, 22 April 2026.

Namun, pihaknya menegaskan bahwa pasukan TNI yang ditugaskan tidak boleh ikut berperang, dan hanya menjaga perdamaian di bawah naungan PBB.

"Termasuk kita ikut membela kemerdekaan Palestina, itu sebabnya kita setuju kalau memang kita mengirim, ya tidak boleh kita ikut terlibat perang di sana. Kan UNIFIL itu kan Interim Forces, interim itu kan kekuatan sementara untuk perdamaian," ungkapnya.

Sementara terkait dengan keamanan dan keselamatan prajurit TNI di sana, pihaknya meminta pemerintah untuk memberi panduan dan jaminan di lapangan, agar insiden tewaskan tiga prajurit TNI tidak terulang kembali.

"Kemarin kita semua berduka dan Presiden dan Menhan dan semua sudah sepakat untuk wajib menjaga keluarganya sampai anak-anaknya besar. Itu dari sisi kesejahteraan," tuturnya.

"Tetapi supaya ini tidak terulang bagaimana? Supaya ini tidak terulang adalah sebaik-baiknya mereka sekarang kalau bisa juga diberi panduan lapangan ke sana. Ini kondisi terakhir kadang yang di sana sendiri enggak tahu apa yang sedang terjadi," kata Utut.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI