Harga Minyak Terus Naik, Trump Umumkan akan Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran
SinPo.id - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan pihaknya akan memperpanjang gencatan senjata, sambil tetap mempertahankan blokade militer terhadap pelabuhan Iran.
Pengumuman tersebut ia sampaikan tak lama setelah pasar saham AS tutup, dan harga minyak terus melonjak. Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Republik Islam dengan tegas menolak intimidasi.
"Blokade AS terhadap pelabuhan Iran merupakan tindakan perang dan dengan demikian pelanggaran gencatan senjata," kata Araghchi, melalui X, Rabu, 22 April 2026.
Di sisi lain, para investor berharap di tengah gencatan senjata yang diberlakukan, ada ruang untuk kesepakatan guna mengakhiri perang di Timur Tengah dan membuka kembali Selat Hormuz yang vital untuk pengiriman minyak dan gas.
Pasalnya, harga minyak mentah Brent Laut Utara, ditutup naik 3,1 persen menjadi USD98,48 per barel, setelah melonjak sehari sebelum Iran kembali menutup Selat Hormuz.
Indeks saham utama Wall Street naik saat perdagangan dimulai di New York tetapi kemudian turun, mengakhiri hari di level terendah karena meningkatnya keraguan investor tentang perundingan perdamaian tersebut.
"Sentimen investor tetap waspada karena ketidakpastian seputar gencatan senjata Iran," kata analis pasar Axel Rudolph di platform investasi dan perdagangan IG.

