Laporan: Trump Dicegah Gunakan Kode Nuklir dalam Pertengkaran di Gedung Putih
SinPo.id - Klaim mengejutkan muncul bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat mencoba menggunakan senjata nuklir terhadap Iran, namun dicegah oleh seorang jenderal. Informasi ini disampaikan oleh mantan analis CIA, Larry Johnson, dalam wawancara di kanal YouTube Judging Freedom.
“Laporan dari pertemuan di Gedung Putih menyebut Trump ingin menggunakan kode nuklir, dan Jenderal Dan Caine berdiri lalu berkata ‘Tidak’,” ujar Johnson. Ia menambahkan bahwa insiden tersebut memicu pertengkaran sengit di ruang rapat.
Perilaku Trump Jadi Sorotan
Kabar ini menambah kekhawatiran atas perilaku Trump yang dinilai semakin tidak stabil. Ia dilaporkan berteriak kepada staf selama berjam-jam setelah mengetahui dua pilot Amerika hilang di Iran, bahkan sempat dikeluarkan dari ruang operasi saat tim militernya menerima pembaruan.
Selain itu, postingan daring Trump yang menyerang Paus Leo, hingga unggahan dirinya digambarkan sebagai Yesus Kristus, memicu kritik keras, termasuk dari pendukungnya sendiri. Lebih dari 50 anggota Kongres kini mendukung rencana untuk menyingkirkan Trump dari jabatan melalui Amendemen ke-25, dengan desakan agar ia menjalani tes kognitif.
Reaksi Akademisi
Dr. Simon Bennett dari University of Leicester menilai perilaku Trump bisa jadi akibat menurunnya kemampuan fokus karena usia, atau strategi politik untuk membuat lawan tidak stabil. “Saat ini, yang bisa dikatakan adalah perilakunya bersifat mesianik, tidak pantas, dan mendekati penistaan,” ujarnya.
Meski klaim soal kode nuklir belum terverifikasi, isu ini menambah tekanan politik di Washington dan memperkuat sorotan terhadap kepemimpinan Trump di tengah konflik dengan Iran.
