Laporan RDNA: Gaza Butuh Lebih dari USD 71 Miliar untuk Rekonstruksi

Laporan: Galuh Ratnatika
Selasa, 21 April 2026 | 08:54 WIB
Ilustrasi. (SinPo.id/UNRWA)
Ilustrasi. (SinPo.id/UNRWA)

SinPo.id - Laporan Penilaian Kerusakan dan Kebutuhan Cepat Gaza (RDNA) menyatakan, lebih dari USD 71 miliar akan dibutuhkan selama 10 tahun ke depan untuk pemulihan dan rekonstruksi di Gaza setelah perang genosida Israel di wilayah tersebut.

Laporan tersebut juga menyatakan, USD 26,3 miliar akan dibutuhkan dalam 18 bulan pertama rekonstruksi Gaza untuk memulihkan layanan penting, membangun kembali infrastruktur penting, dan mendukung pemulihan ekonominya.

"Kerusakan infrastruktur fisik diperkirakan mencapai USD35,2 miliar, dengan kerugian ekonomi dan sosial mencapai USD22,7 miliar," kata pernyataan bersama dari laporan tersebut, dilansir dari Al Jazeera, Selasa, 21 April 2026.

Sementara itu, UNI Eropa dan PBB menegaskan bahwa Gaza membutuhkan sejumlah besar dalam waktu dekat, mengingat konflik di wilayah tersebut telah berdampak pada bangunan-bangunan penting.

Diketahui, Gaza saat ini berada di bawah gencatan senjata yang rapuh. Pasalnya, militer Israel telah berulang kali melanggar kesepakatan, bahkan setidaknya 777 orang telah tewas sejak gencatan senjata diberlakukan.

"Israel telah melakukan 2.400 pelanggaran terhadap gencatan senjata. Ini termasuk pembunuhan, penangkapan, blokade, dan kebijakan kelaparan," kata Kantor Media Pemerintah Gaza.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI