UAE Pertimbangkan Transaksi dengan Yuan di Tengah Krisis Dolar

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 21 April 2026 | 06:05 WIB
Yuan
Yuan

SinPo.id -  Uni Emirat Arab (UEA) memperingatkan akan beralih menggunakan mata uang yuan dalam transaksi keuangan jika Federal Reserve tidak segera membuka jalur currency swap dengan bank sentral UEA. Langkah ini muncul di tengah kekhawatiran krisis dolar akibat konflik yang melibatkan AS dan Israel dengan Iran.

Menurut laporan The Wall Street Journal yang dikutip Senin (20/4/2026), Gubernur Bank Sentral UEA Khaled Mohamed Balama mengajukan ide pembentukan jalur swap mata uang dalam pertemuan di Washington dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent serta pejabat Federal Reserve.

Pejabat AS menyebut proposal tersebut sebagai langkah antisipasi. Meski UEA sejauh ini belum terkena dampak ekonomi paling parah dari agresi terhadap Iran, negara itu tetap membutuhkan jaring pengaman finansial jika kondisi memburuk.

Kekhawatiran UEA beralasan. Agresi AS-Israel terhadap Iran telah merusak infrastruktur minyak dan gas Emirat serta mengganggu lalu lintas tanker di Selat Hormuz, memotong aliran pendapatan minyak dalam denominasi dolar.

Selain itu, pejabat AS menilai keputusan Presiden Donald Trump menyerang Iran membuat UEA semakin terseret ke dalam konflik, menimbulkan risiko ekonomi yang dampaknya belum sepenuhnya terlihat.

Negosiasi ini mencerminkan kegelisahan UEA bahwa krisis di Teluk Persia dapat mengancam statusnya sebagai pusat keuangan global, sekaligus mendorong diversifikasi transaksi ke mata uang alternatif seperti yuan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI