DPR Soroti Lemahnya Pengawasan BPOM Terhadap Peredaran Obat

Laporan: Galuh Ratnatika
Senin, 20 April 2026 | 19:16 WIB
Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani (SinPo.id/ Galuh Ratnatika)
Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani (SinPo.id/ Galuh Ratnatika)

SinPo.id - Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani menyoroti masih lemahnya sistem pengawasan pre-market dan post-market oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), terhadap peredaran obat, pangan olahan, kosmetik, dan suplemen kesehatan.

Pasalnya, masih terdapat banyak peredaran produk berbahaya di masyarakat, mulai dari makanan dengan kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) berlebih hingga obat-obatan ilegal yang beredar luas.

“Kita tahu makanan yang mengandung GGL masih beredar dan belum ditarik. Begitu juga obat-obatan yang membuat teler, bahkan ada yang mengandung narkoba, masih sangat luas beredar,” kata Irma, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 20 April 2026.

Selain itu, pihaknya juga menyoroti peredaran rokok ilegal serta kosmetik yang diproduksi secara rumahan tanpa pengawasan ketat, termasuk yang mengandung bahan berbahaya seperti merkuri. 

“Rokok ilegal merajalela. Kosmetik juga banyak dibuat di rumah-rumah, bahkan oleh oknum tertentu, dan mengandung bahan berbahaya seperti merkuri,” jelasnya.

Terakhir, pihaknya menyoroti maraknya penggunaan bahan berbahaya seperti boraks dan pewarna makanan, serta kasus dugaan kontaminasi pada produk perikanan yang belum mendapat penanganan optimal.

Menurutnya, lemahnya pengawasan BPOM tersebut dapat berdampak pada meningkatnya beban layanan kesehatan, termasuk defisit pada BPJS Kesehatan. Sehingga BPOM diminta untuk memperketat pengawasan.

“Kalau promotif dan preventif tidak berjalan, maka angka kuratif akan tinggi. Ini yang akhirnya berdampak pada defisit BPJS,” katanya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI