Gas Melon Tetap Subsidi, Bright Gas 12 Kg Alami Penyesuaian

Laporan: Agus
Senin, 20 April 2026 | 19:03 WIB
Pekerja menurunkan LPG 3 kg di Agen LPG Palmerah. (Agus Priatna/SinPo.id) Pekerja menurunkan LPG 3 kg di Agen LPG Palmerah. (Agus Priatna/SinPo.id) Pekerja menurunkan LPG 3 kg di Agen LPG Palmerah. (Agus Priatna/SinPo.id) Pekerja menurunkan LPG 3 kg di Agen LPG Palmerah. (Agus Priatna/SinPo.id) Pekerja menurunkan LPG 3 kg di Agen LPG Palmerah. (Agus Priatna/SinPo.id) Pekerja menurunkan LPG 3 kg di Agen LPG Palmerah. (Agus Priatna/SinPo.id) Pekerja menurunkan LPG 3 kg di Agen LPG Palmerah. (Agus Priatna/SinPo.id) Pekerja menurunkan LPG 3 kg di Agen LPG Palmerah. (Agus Priatna/SinPo.id)
Pekerja menurunkan LPG 3 kg di Agen LPG Palmerah. (Agus Priatna/SinPo.id)

SinPo.id - Pekerja menurunkan LPG 3 kg di agen LPG di Palmerah, Jakarta, Senin (20 April 2026). Pemerintah memastikan harga LPG 3 kg subsidi tetap stabil di angka Rp19.000 per tabung pada April 2026, sementara harga LPG non-subsidi 12 kg mengalami kenaikan menjadi kisaran Rp238.000 hingga Rp395.000. Keputusan untuk menjaga harga “Gas Melon” tidak naik ini sejalan dengan arahan Presiden guna menjaga daya beli masyarakat di seluruh Indonesia, meskipun komoditas non-subsidi seperti Bright Gas mulai mengikuti mekanisme pasar global.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI