Sarmuji Luncurkan Buku 'Kekuasaan Yang Menolong', Refleksi Spiritual Perjalanan Politik

Laporan: Juven Martua Sitompul
Senin, 20 April 2026 | 18:27 WIB
Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI M Sarmuji meluncurkan buku 'Kekuasaan Yang Menolong'. Istimewa
Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI M Sarmuji meluncurkan buku 'Kekuasaan Yang Menolong'. Istimewa

SinPo.id - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, meluncurkan buku berjudul 'Kekuasaan Yang Menolong'. Buku ini memuat refleksi perjalanan spiritual sekaligus pandangannya dalam berpolitik.

Sarmuji mengungkapkan buku tersebut merupakan salah satu dari tiga buku yang diterbitkan, dengan dua di antaranya menjadi karya utama, termasuk Kekuasaan Yang Menolong.

"Iya saya menerbitkan dua buku plus satulah. Satu itu buku kenangan. Tapi dua buku itu yang pertama adalah 'Kekuasaan Yang Menolong'," kata Sarmuji kepada wartawan seusai peluncuran bukunya di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin, 20 April 2026.

Dia menjelaskan judul buku tersebut memiliki makna personal yang sangat mendalam. "Kekuasaan Yang Menolong itu adalah sebenarnya terjemahan dari Sulthanan Nashira. Yaitu nama putra kami Muhammad Sutojoyo, Sulthanan Nashir," kata dia.

Kendati begitu, kata Sarmuji, sejak awal menjadi pengingat bagi dirinya dalam menjalani dunia politik. Dia berharap keberadaannya di politik dapat menjadi kekuatan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

"Dulu memang saya memberi nama Sulthanan Nashir itu untuk menjadi pengingat saya. Saya prastastikan menjadi nama anak saya. Karena waktu itu saya sudah masuk dalam dunia politik. Jadi saya berharap keberadaan saya dalam dunia politik itu menjadi Sulthanan Nashira, menjadi Kekuasaan Yang Menolong. Sebagaimana anak saya, saya namai," ucap dia.

Namun, Ketua Fraksi Partai Golkar ini mengungkapkan bahwa putranya telah wafat setelah berjuang melawan leukemia. Meski demikian, nilai dan makna dari nama tersebut tetap dipegang Sarmuji sebagai prinsip hidup.

"Tapi ya ternyata Allah berkendak lain, putra kami dipanggil pulang karena leukemia. Tetapi namanya tetap tersimpan dalam hati dan tetap menjadi pengingat bagi saya. Untuk menjadikan politik menjadi Sulthanan Nashira, menjadi Kekuatan atau Kekuasaan Yang Menolong," kata dia.

"Mudah-mudahan saya tetap diberikan kekuatan untuk berada pada jalur itu," timpal Sarmuji.

Dalam buku tersebut, Sarmuji memaparkan gagasan tentang politik sebagai sarana untuk menolong rakyat. Pada bagian awal, dia menekankan konsep kekuasaan yang berpihak pada kepentingan publik, sementara bab-bab selanjutnya berisi respons dan pandangannya terhadap berbagai isu kerakyatan yang berkembang di DPR.

"Kalau bukunya, dari bab pertama itu saya menjelaskan tentang politik sebagai Kekuasaan Yang Menolong. Lalu bab-bab berikutnya tentang pernyataan-pernyataan saya menanggapi situasi yang berkembang. Isu-isu kerakyatan yang berkembang di DPR dan beberapa isu yang kami tanggapi sebagai sekretaris jenderal (DPP Partai Golkar)," katanya.

Pada bagian penutup, Sekjen Partai Golkar ini menyampaikan harapan agar kiprah politiknya dapat meninggalkan jejak baik bagi generasi mendatang, sebagaimana doa Nabi Ibrahim.

"Penutupnya itu kami berharap kami ini secara paripurna menjadi politisi itu seperti doa Nabi Ibrahim. Doa Nabi Ibrahim itu, Ya Allah jadikanlah aku 'waj'allii lisana shidqi fiil akhiriin'. Itu di bab penutupnya. 'Jadikanlah aku menjadi buah tutur yang baik bagi generasi yang datang kemudian'," ucapnya.

"Ini mudah-mudahan saya sebagai politisi mudah-mudahan menjadi buah tutur yang baik bagi generasi yang akan datang," kata Sarmuji.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengucapkan selamat atas peluncuran buku, puisi, dan lagu kepada Sarmuji. Dalam sambutannya, Bahlil menyebut Sarmuji sosok petarung dalam dunia politik.

"Saya ucapkan selamat, puisimu yang liar biasa. Pak Sarmuji ini petarung, selamat telah mampu menguraikan isi hatinya dalam karya ilmiah, saya jujur, sekalipun muka seram gini, saya melow," kata Bahlil.

Bahlil juga berharap karya-karya positif yang digagas Sarmuji bisa diikuti oleh kader Partai Golkar lainnya. "Semoga buku dan puisi dan lagu ini mampu ditularkan di DPP Partai Golkar," kata Bahlil.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI