Jelang Pemberangkatan Kloter 1 Haji, Legislator Minta Kemenhaj Pastikan Seluruh Layanan Optimal
SinPo.id - Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Muhamad Abdul Azis Sefudin, meminta Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) untuk memastikan seluruh layanan kepada jemaah berjalan optimal, menjelang pemberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia.
Menurutnya, fase awal pemberangkatan haji tersebut menjadi momen krusial karena akan menjadi tolok ukur kesiapan layanan dan menentukan kualitas penyelenggaraan haji secara menyeluruh.
"Karena itu, kami di Komisi VIII DPR RI mendorong agar Kemenhaj memberikan pelayanan optimal dan memastikan tidak ada kendala baik dari sisi transportasi, akomodasi, maupun layanan kesehatan jemaah,” kata Azis, dalam keterangan persnya, Senin, 20 April 2026.
Ia pun meminta Kemenhaj selaku pelaksana utama untuk mengorkestrasi pelaksanaan ibadah haji dengan baik, serta memastikan semua persiapan penyelenggaraan Haji selesai atau final 100 persen.
"Saya menekankan pentingnya koordinasi yang solid antarpetugas, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi, agar proses keberangkatan hingga kedatangan jemaah berjalan lancar. Saya tidak ingin masalah-masalah di pelaksanaan Haji sebelum-sebelumnya terulang di pelaksanaan Haji tahun ini," tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga menekankan pentingnya perhatian khusus terhadap jemaah lanjut usia yang jumlahnya cukup signifikan dalam musim haji tahun ini, dan ia meminta agar pendampingan, serta layanan kesehatan bagi jemaah lansia dipastikan berjalan maksimal.
“Jemaah lansia harus menjadi prioritas. Mulai dari proses keberangkatan, selama di tanah suci, hingga kepulangan, semuanya harus mendapatkan perhatian ekstra,” ungkapnya.
Terkahir, kata Azis, Komisi VIII DPR akan terus mengawasi pelaksanaan ibadah haji 2026 agar berjalan sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan. Sehingga penyelenggaraan haji tahun ini dapat berjalan lebih baik dan memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah Indonesia.
“Kami ingin memastikan jemaah bisa menjalankan ibadah dengan tenang, khusyuk, dan tanpa dibebani persoalan teknis yang seharusnya bisa diantisipasi sejak awal,” katanya.
