Berlayar Menuju Gaza, Kapal Global Sumud Flotilla akan Transit di Tunisia Hari Ini

Laporan: Galuh Ratnatika
Senin, 20 April 2026 | 10:13 WIB
Kapal-kapal Global Sumud Flotilla yang membawa misi kemanusiaan ke Gaza telah berlayar, dan diperkirakan akan transit di Tunisia hari ini. (SinPo.id/SMART 171)
Kapal-kapal Global Sumud Flotilla yang membawa misi kemanusiaan ke Gaza telah berlayar, dan diperkirakan akan transit di Tunisia hari ini. (SinPo.id/SMART 171)

SinPo.id - Direktur SMART 171 yang juga Koordinator Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) Maimon Herawati, mengatakan kapal-kapal Global Sumud Flotilla yang membawa misi kemanusiaan ke Gaza telah berlayar, dan diperkirakan akan transit di Tunisia pada Senin, 20 April 2026 hari ini.

Ia sendiri berlayar menggunakan Kapal Safsaf dari Barcelona pada 12 April lalu, menggelar kelas edukasi daring Smart Class yang dibuka luas untuk siapa pun dari atas kapal.

Di atas Laut Mediterania, Maimon menceritakan bagaimana perjalanan dan aral melintang yang mereka temui, termasuk adanya kerusakan kapal.

"Kemarin steering kapal induk kami rusak, sehingga sejak malam sampai Sabtu pagi kapal Open Arms Spanyol membantu menggeret kapal kami. Selama prosesnya, tim Green Peace datang berulang kali memperbaiki bagian yang rusak," kata Maimon menceritakan, Senin, 20 April 2026.

“Selama kapal Safsaf rusak, ada drone beberapa kali memantau jalur pelayaran. Tapi Alhamdulillah sampai sekarang keamanan masih terkendali," imbuhnya.

Pihaknya menegaskan bahwa Global Sumud Flotilla merupakan misi damai untuk membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza, seperti makanan dan obat-obatan yang sangat dibutuhkan di tengah memburuknya krisis kemanusiaan.

“Kami menerima pesan dari Gaza. Mereka menunggu kedatangan kapal Global Sumud Flotilla di pantai Gaza. Ini alasan utama mengapa flotilla dilakukan terus menerus, karena Gaza meminta," ungkapnya.

Namun mereka yang berlayar juga mendapat pelatihan khusus. Apabila sewaktu-waktu ada intersepsi di laut, prosedur non-kekerasan jadi prinsip utama. Para aktivis dilatih untuk tidak melawan jika ditahan militer. Kemudian dilatih posisi berdiri, cara bicara, demi keselamatan tanpa adanya kekerasan.

"Kalau semuanya lancar, perjalanan dari Eropa ke Gaza memakan waktu tiga pekan, tergantung kondisi laut dan keamanan. Seluruh aktivis melanjutkan misi dengan kesadaran akan risiko yang mereka hadapi di laut tidak seberapa dibandingkan warga Gaza," tuturnya.

Maimon menjelaskan, bantuan ke Gaza masih minim, distribusi jauh dari ideal, penjajah belum mundur dan masih terus menyerang meski ada kesepakatan gencatan senjata. Oleh sebab itu, Global Sumud Flotilla kali ini bukan hanya di laut, ada Land Convoy bergerak melintasi Mauritania, Aljazair, Tunisia, Libya, dan Mesir.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI