Trump Isyaratkan Invasi ke Kuba Usai Operasi Militer di Iran

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 19 April 2026 | 04:55 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (SinPo.id/Getty Images)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (SinPo.id/Getty Images)

SinPo.id -  Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan sinyal paling jelas mengenai negara berikutnya yang ingin ia invasi setelah operasi militer di Iran. Dalam pidatonya di konferensi Turning Point USA di Phoenix, Arizona, Trump menyebut bahwa perubahan besar akan segera terjadi di Kuba.

“Segera, kekuatan besar ini akan membawa hari yang telah ditunggu selama 70 tahun. Itu disebut A New Dawn for Cuba. Kami akan membantu mereka di Kuba,” ujar Trump di hadapan peserta konferensi.

Trump sebelumnya sempat melontarkan komentar bahwa ia akan “singgah” ke Kuba setelah menyelesaikan operasi di Iran. Ia juga menyinggung komunitas Cuban American di Miami yang menurutnya telah lama mengalami penindasan dan kekerasan.

Konteks Krisis Kuba

Kuba saat ini menghadapi krisis ekonomi dan infrastruktur setelah kehilangan pasokan utama minyak dari Venezuela, yang terkena blokade energi AS. Pemerintahan Trump menilai pemerintah Kuba tidak efektif dan represif, dengan tuntutan agar Havana mengakhiri penindasan politik, membebaskan tahanan politik, serta melakukan liberalisasi ekonomi sebagai syarat pelonggaran sanksi.

Meski diplomat AS baru-baru ini bertemu dengan pejabat Kuba untuk membuka jalur dialog, Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menegaskan bahwa negaranya siap melawan jika invasi benar-benar terjadi.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI