Trump Dinilai Sebagai Gejala 'Narcissistic Collapse' oleh Para Ahli
SinPo.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah melontarkan tirade panjang di media sosial terhadap sejumlah tokoh sayap kanan yang sebelumnya dikenal sebagai sekutu politiknya. Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyebut nama-nama seperti Megyn Kelly, Alex Jones, Candace Owens, Tucker Carlson, dan Marjorie Taylor Greene dengan sebutan “losers,” “nut jobs,” hingga “low IQ.”
Para pakar psikologi menilai ledakan emosi tersebut memiliki kemiripan dengan fenomena yang disebut “narcissistic collapse” ― kondisi ketika citra diri seorang narsisis terguncang akibat kritik, kehilangan dukungan, atau ancaman terhadap kontrol yang selama ini ia bangun.
“Narcissistic collapse terjadi ketika topeng kekuasaan dan superioritas runtuh, digantikan oleh serangan personal, hiperbola, dan upaya mempertahankan dominasi,” jelas Tina Swithin, penulis Divorcing a Narcissist: One Mom’s Battle.
Pola Ledakan Emosi
Menurut para ahli, tanda-tanda yang terlihat dalam unggahan Trump mencakup:
Serangan personal terhadap mantan sekutu, termasuk penghinaan fisik dan intelektual.
Penggunaan superlatif untuk menegaskan kembali citra superioritas.
Victim positioning, yakni menampilkan diri sebagai pihak yang dipersekusi meski memiliki kekuasaan besar.
Marie-Line Germain, profesor kepemimpinan di Western Carolina University, menilai bahwa “reaksi intens seperti ini menunjukkan adanya ancaman besar terhadap ego, yang memicu perilaku agresif dan tidak terukur.”
Implikasi dan Respons
Fenomena ini, menurut pakar, bukanlah diagnosis klinis melainkan pola perilaku yang sering muncul ketika sumber validasi seorang narsisis mengering. “Ketika dukungan berubah menjadi kritik, hal itu dipersepsikan sebagai pengkhianatan eksistensial,” kata Germain.
Para terapis juga menekankan pentingnya menjaga jarak dari individu yang sedang mengalami collapse. “Resistensi atau perdebatan hanya akan memperkuat rasa kontrol mereka. Cara terbaik adalah tetap netral, minim respons, dan melindungi diri,” ujar Wendy Behary, penulis Disarming The Narcissist.
