Pramono Minta BUMD DKI Tinggalkan Ego Sektoral demi Kinerja Lebih Baik
SinPo.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan penghapusan ego sektoral sebagai syarat utama memperbaiki kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pesan itu disampaikan Pramono saat menutup BUMD Leaders Forum 2026 di Candi Bentar Ancol.
Menurut Pramono, lemahnya komunikasi antar-entitas selama ini menjadi salah satu penghambat efektivitas kerja BUMD.
“Ego sektoral harus ditinggalkan karena hanya akan menghambat kemajuan bersama,” ujar Pramono dalam keterangan resminya dikutip Sabtu, 18 April 2026..
Dia menyebut forum tersebut sebagai momentum menyatukan persepsi sekaligus memperkuat konsolidasi di lingkungan BUMD DKI. Dengan komunikasi yang terbuka, Pramono meyakini persoalan operasional hingga strategis dapat diselesaikan lebih cepat dan tepat.
Sebagai contoh, Pramono menyoroti integrasi kawasan Ancol dengan Jakarta International Stadium yang mulai menunjukkan hasil kolaborasi lintas entitas.
"Konektivitas kawasan itu dinilai dapat mengurai persoalan klasik seperti kemacetan dan keterbatasan parkir, sekaligus membuka peluang ekonomi baru," ungkap Pramono.
Selain sinergi, Pramono menekankan perubahan budaya kerja di tubuh BUMD. Ia meminta pimpinan menjadi teladan dalam kedisiplinan dan profesionalisme.
“Budaya kerja dibangun dari contoh nyata. Disiplin, keterbukaan, dan komitmen harus menjadi kebiasaan,” ucapnya.
Dalam konteks eksternal, Pramono mengingatkan BUMD agar adaptif menghadapi tantangan global, termasuk dinamika geopolitik dan potensi dampak El Nino terhadap sektor pangan.
Dia juga mendorong pemanfaatan skema pembiayaan kreatif agar pembangunan tidak bergantung sepenuhnya pada APBD.
Pramono membuka peluang ekspansi usaha BUMD hingga ke tingkat nasional dan internasional.
“BUMD Jakarta harus berani melangkah keluar, tidak hanya menjadi pemain kandang,” ujarnya.
Di sisi lain, Pramono menegaskan komitmen menjaga profesionalisme dengan memastikan tidak ada intervensi politik dalam pengelolaan perusahaan daerah, termasuk dalam penunjukan direksi dan komisaris.
Sebagai tindak lanjut, Pramono meminta seluruh BUMD melakukan konsolidasi internal selama satu tahun ke depan.
Menurut dia, langkah ini diarahkan untuk memperkuat kinerja, meningkatkan kesehatan perusahaan, serta membangun sistem komunikasi yang lebih efektif.
“Dalam satu tahun ke depan, konsolidasi harus berjalan, komunikasi diperkuat, dan budaya kerja dibangun secara konsisten,” tandasnya.

