Prajurit AS di Perang Iran Hadapi Ransum Minim, Layanan Pos Militer Dihentikan
SinPo.id - Laporan terbaru mengungkapkan kondisi sulit yang dialami pasukan Amerika Serikat yang ditempatkan di Timur Tengah selama perang Iran. Ribuan tentara dan marinir dilaporkan harus bertahan dengan jatah makanan yang minim, hambar, dan tidak mencukupi, sehingga memicu kekhawatiran akan turunnya moral pasukan.
Seorang pelaut di kapal USS Tripoli menulis kepada ibunya bahwa persediaan makanan semakin menipis dan ““Semangat akan berada pada titik terendah sepanjang masa..” Foto-foto yang beredar menunjukkan porsi makanan kecil, seperti sepotong daging dengan satu tortilla, atau sekadar wortel dan hamburger tipis di kapal USS Abraham Lincoln.
Keluarga prajurit berusaha mengirimkan paket berisi makanan tambahan dan perlengkapan, namun upaya itu terhambat karena Layanan Pos AS menghentikan pengiriman ke zona perang. Puluhan kotak berisi makanan ringan, kue buatan rumah, hingga perlengkapan pribadi kini tertahan dan tidak sampai ke tangan para tentara.
Pentagon belum memberikan tanggapan resmi, sementara Jenderal Dan Caine sebelumnya menyebut pasukan telah mengonsumsi jutaan porsi makanan, hampir sejuta galon kopi, dan jutaan minuman energi. Namun, laporan dari lapangan menunjukkan kondisi berbeda, dengan prajurit yang “lapar sepanjang waktu.”
Situasi ini terjadi di tengah gencatan senjata dua pekan antara AS dan Iran yang membuka jalur Selat Hormuz, meski negosiasi damai belum membuahkan hasil. Presiden Donald Trump menyebut perang “berjalan dengan baik” dan optimistis akan segera berakhir, namun bagi pasukan di garis depan, krisis logistik menjadi tantangan nyata yang menggerus semangat mereka.
