Senator Lindsey Graham Puji Trump yang Kehilangan Suara Usai Teriaki Iran
SinPo.id - Senator Partai Republik dari South Carolina, Lindsey Graham, kembali menunjukkan dukungan penuh terhadap Presiden Donald Trump di tengah negosiasi alot dengan Iran. Dalam wawancara di acara Hannity pada Kamis 17 April 2026, Graham mengungkapkan bahwa Trump sendiri turun langsung berbicara dengan pihak Iran, bahkan sampai kehilangan suara karena berteriak keras.
“Donald Trump, Presiden kita, berbicara langsung dengan Iran. Negosiasinya cukup panas, sampai beliau berteriak keras soal konsekuensi jika Iran terus bermain-main. Suaranya sampai habis,” kata Graham.
Komentar Graham muncul setelah Wakil Presiden JD Vance gagal membawa hasil dari pertemuan dengan pejabat Iran di Islamabad, Pakistan. Washington kemudian memperketat blokade laut di Selat Hormuz untuk memastikan jalur minyak tetap terbuka.
Trump sendiri mengakui hal tersebut dalam wawancara dengan Fox Business, menyebut dirinya mengalami laringitis ringan akibat “berteriak sepanjang hari kepada orang Iran.”
Graham, yang dikenal sebagai pendukung garis keras, menegaskan bahwa Trump tidak akan pernah mengakui hak Iran untuk memperkaya uranium. “Negara sponsor terorisme yang telah menipu selama puluhan tahun tidak punya hak untuk memperkaya. Itu akan menjadi kesalahan fatal,” ujarnya.
Situasi ini menambah ketegangan di kawasan, terutama setelah gencatan senjata sementara yang membuka kembali jalur Selat Hormuz. Namun, dengan Trump turun langsung ke meja negosiasi, arah perundingan masih penuh ketidakpastian.
