Analisis: Lindsey Graham Bisa Jadi ‘Korban Ikutan’ Jika Taruhan Besar Trump Gagal
SinPo.id - Senator Lindsey Graham (R-South Carolina) dinilai berada dalam posisi kuat sebagai petahana yang kembali mencalonkan diri. Namun, sebuah analisis yang ditulis Kathleen Parker untuk The Washington Post pada Jumat 17 April 2026 menyoroti adanya celah yang bisa melemahkan Graham: dukungan penuh terhadap perang Iran yang tengah berlangsung.
Parker menulis bahwa meski Graham sempat menghadapi beberapa penantang di pemilihan pendahuluan Partai Republik, sebagian besar telah mundur. Hal ini membuat peluang Graham untuk melenggang kembali ke Senat terlihat besar. Namun, sejarah menunjukkan sulitnya menyingkirkan senator South Carolina, seperti Strom Thurmond yang bertahan hingga usia 100 tahun sebelum digantikan Graham.
Meski demikian, perang Iran yang semakin tidak populer bisa menjadi titik lemah. Parker menilai jika perang terus menekan harga minyak dan menimbulkan keresahan publik, Graham bisa dianggap sebagai “korban ikutan” dari kebijakan besar Presiden Donald Trump. “Jika negosiasi gagal dan taruhan besar Trump berantakan, Graham pasti akan terkena dampaknya,” tulisnya.
Sebagai pendukung setia Trump, Graham disebut tidak akan mampu melepaskan diri dari konsekuensi politik perang Iran. Parker menutup analisisnya dengan menyebut bahwa masa depan Graham sangat bergantung pada arah konflik, dan jika semua gagal, setidaknya ia sempat mengasah keterampilan golf sebagai ‘caddy’ favorit Trump.
