Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Jika Blokade Laut AS Berlanjut

Laporan: Tim Redaksi
Sabtu, 18 April 2026 | 00:07 WIB
Ilustrasi. Selat Hormuz. (SinPo.id/ABC)
Ilustrasi. Selat Hormuz. (SinPo.id/ABC)

SinPo.id -  Iran kembali melontarkan ancaman terkait Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia, pada Jumat 17 April 2026 Otoritas Iran menegaskan bahwa akses kapal melalui selat tersebut bersifat terbatas, khususnya bagi kapal yang memiliki afiliasi dengan Amerika Serikat maupun Israel.

Menurut laporan kantor berita FARS, seorang pejabat Iran menyatakan bahwa jika blokade laut oleh Amerika Serikat terus berlanjut, hal itu akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata. “Jika blokade maritim berlanjut, jalur transit melalui Selat Hormuz akan ditutup,” tegasnya.

Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa blokade terhadap pelabuhan Iran tetap diberlakukan, meski ia sebelumnya mengumumkan Selat Hormuz terbuka untuk pengiriman komersial.

Sebelumnya pada Jumat pagi, Menteri Luar Negeri Iran sempat menyebut bahwa Selat Hormuz “sepenuhnya terbuka” bagi perdagangan setelah tercapai gencatan senjata antara Israel dan Lebanon pada 8 April. Namun, pernyataan yang saling bertolak belakang ini menegaskan rapuhnya situasi di kawasan, di mana selat secara nominal terbuka tetapi secara efektif masih dibatasi.

Selat Hormuz dikenal sebagai jalur strategis yang menyalurkan sekitar 20 persen minyak dan gas cair dunia setiap harinya. Ancaman penutupan berkepanjangan memicu kekhawatiran krisis energi global. Harga minyak Brent sempat melonjak mendekati 120 dolar AS per barel pada Maret, level tertinggi sejak 2022.

Kondisi ini juga memberi keuntungan bagi Rusia, yang menikmati kenaikan pendapatan dari harga energi lebih tinggi serta meningkatnya permintaan minyak dan gas setelah Amerika Serikat sempat mencabut sementara sanksi pembelian minyak Rusia.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI