Israel Setuju Gencatan Senjata 10 Hari di Lebanon, Trump Umumkan Kesepakatan Bersejarah

Laporan: Tim Redaksi
Jumat, 17 April 2026 | 04:16 WIB
Perang (Pixabay)
Perang (Pixabay)

SinPo.id -  Israel dan Lebanon sepakat untuk menghentikan pertempuran selama 10 hari, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tercapainya gencatan senjata pada Kamis 16 April 2026. Kesepakatan ini muncul di tengah upaya Washington menjaga dialog rapuh dengan Iran, yang memiliki pengaruh besar melalui kelompok Hezbollah di Lebanon.

Trump menyampaikan pengumuman tersebut melalui Truth Social, menyebut telah berbicara dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. “Kedua pemimpin telah setuju untuk memulai gencatan senjata 10 hari demi mencapai perdamaian,” tulis Trump. Ia juga mengundang keduanya ke Gedung Putih untuk pertemuan yang disebut sebagai “pembicaraan paling berarti antara Israel dan Lebanon sejak 1983.”

Kesepakatan ini mengejutkan banyak pihak, termasuk kabinet Netanyahu, yang sehari sebelumnya menyatakan akan memperdalam operasi militer melawan Hezbollah. Namun, Netanyahu kemudian menegaskan bahwa permintaan Trump menjadi alasan utama Israel menerima jeda pertempuran. “Kita punya kesempatan untuk mencapai perdamaian bersejarah dengan Lebanon,” ujarnya dalam pernyataan video.

Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menyambut gencatan senjata tersebut dengan doa bagi para korban dan solidaritas terhadap warga yang mengungsi. Sementara itu, Hezbollah menyatakan akan mematuhi kesepakatan hanya jika Israel benar-benar menghentikan semua bentuk serangan.

Sejak pecahnya konflik pada Februari, Hezbollah telah meluncurkan ratusan roket ke wilayah Israel, memicu serangan balasan udara dan operasi darat di Lebanon selatan. Menjelang dimulainya gencatan senjata, serangan roket Hezbollah sempat melukai seorang warga Israel.

Kesepakatan ini juga terkait erat dengan negosiasi AS-Iran, di mana Teheran menuntut agar konflik Lebanon dimasukkan dalam perjanjian jangka panjang. Israel sendiri menegaskan pasukannya tetap berada di Lebanon selama masa gencatan senjata.

Dengan adanya jeda pertempuran ini, perhatian dunia kini tertuju pada kemungkinan tercapainya kesepakatan damai yang lebih permanen antara Israel dan Lebanon, sesuatu yang belum pernah terjadi selama lebih dari empat dekade.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI