Program MBG Genap 1 Tahun 3 Bulan: Serap 1,18 Juta Tenaga Kerja dan Jangkau 62,35 Juta Penerima Manfaat

Laporan: Tim Redaksi
Kamis, 16 April 2026 | 22:42 WIB
Ekspresi seorang anak sangat bahagia menyantap MBG. (SinPo.id/dok. KemenUMKM)
Ekspresi seorang anak sangat bahagia menyantap MBG. (SinPo.id/dok. KemenUMKM)

SinPo.id - Program Makan Bergizi (MBG) terus menunjukkan capaian signifikan sejak pertama kali dijalankan pada 6 Januari 2025. 

Memasuki usia 1 tahun 3 bulan, program ini tidak hanya memperluas jangkauan penerima manfaat, tetapi juga membuka lapangan kerja dalam skala besar di berbagai daerah.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, menyampaikan bahwa perkembangan program MBG berlangsung pesat dan melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.

“Alhamdulillah tanpa terasa sekarang MBG sudah 1 tahun 3 bulan,” ujar Sony di Jakarta, Kamis, 16 April 2026.

Ia menjelaskan, hingga saat ini telah terbangun lebih dari 26 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Bahkan, berdasarkan data terbaru, jumlah SPPG yang terverifikasi telah mencapai 27.066 unit di seluruh Indonesia.

Keberadaan SPPG ini menjadi tulang punggung pelaksanaan program sekaligus wujud nyata pemberdayaan masyarakat. Dari operasional SPPG tersebut, tercatat sebanyak 1,18 juta relawan terlibat aktif.

“Kalau berbicara tentang pemberdayaan masyarakat, wujudnya terlihat dari 26.663 SPPG yang semuanya melibatkan masyarakat. Inilah cerdasnya pemerintah,” kata Sony.

Dari sisi penerima manfaat, program MBG telah menjangkau 62,35 juta jiwa. Jumlah tersebut terdiri dari 49,64 juta peserta didik dan 12,7 juta masyarakat non-peserta didik.

Tak hanya itu, dampak ekonomi program ini juga meluas melalui keterlibatan pelaku usaha sebagai pemasok kebutuhan bahan pangan. 

Hingga kini, terdapat 116.465 supplier yang berpartisipasi, terdiri dari 11.430 koperasi, 1.180 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), 48.000 pelaku UMKM, serta sekitar 54.000 supplier lainnya.

Menurut Sony, keterlibatan para supplier ini menunjukkan adanya efek berganda (multiplier effect) dari program MBG terhadap perekonomian masyarakat.

“Ini adalah bagaimana program MBG memberikan multiplier effect, salah satunya melalui pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, capaian ini menjadi bukti bahwa program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.

Ke depan, pemerintah berharap pelaksanaan program MBG dapat semakin optimal dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, sehingga manfaatnya terus meluas dan berkelanjutan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI