Cegah Karhutla, Polres Rokan Hulu Turun Langsung Edukasi Warga
SinPo.id - Rokan Hulu-Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat jajaran Polres Rokan Hulu melalui pendekatan langsung kepada masyarakat.
Pada Rabu, 15 April 2026 kegiatan sosialisasi karhutla yang dibarengi dengan penyaluran bantuan sosial digelar di Desa Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB tersebut dipimpin langsung Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra, didampingi Wakapolres Kompol I Made Juni Artwan, Kasat Reskrim AKP Tony Prawira, serta Kapolsek Rokan IV Koto IPTU Dodi Ripo bersama personel Polres dan Polsek setempat.
Turut hadir Kepala Desa Koto Ruang Alexsanto beserta perangkat desa dan masyarakat yang mengikuti kegiatan dengan antusias.
Dalam kesempatan itu, jajaran kepolisian memberikan edukasi secara langsung kepada warga terkait bahaya karhutla, mulai dari dampak lingkungan, gangguan kesehatan, hingga konsekuensi hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan.
Masyarakat juga diajak untuk aktif berperan dalam pencegahan, termasuk melaporkan potensi kebakaran sejak dini.
Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil menegaskan, pencegahan karhutla harus dibangun melalui kesadaran bersama. Pendekatan persuasif dan humanis dinilai menjadi langkah efektif dalam menumbuhkan partisipasi masyarakat.
“Pencegahan tidak bisa dilakukan sendiri. Kunci utamanya ada pada sinergi antara aparat dan masyarakat. Lebih baik mencegah daripada menanggulangi,” ujarnya.
Selain sosialisasi, kegiatan juga diisi dengan penyaluran bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian Polri. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan warga sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.
Emil mengungkapkan, dari hasil pemantauan di lapangan, tidak ditemukan titik panas maupun titik api di wilayah Kecamatan Rokan IV Koto. Kondisi ini menunjukkan situasi yang relatif aman dan terkendali.
Polres Rokan Hulu menegaskan komitmennya untuk terus menjaga wilayah tetap bebas dari titik api melalui penguatan kolaborasi lintas sektor.
"Sinergitas antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas lingkungan serta mencegah terjadinya karhutla," katanya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana aman dan kondusif, serta menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
