Investor Global Lirik Indonesia, Fundamental Kuat Jadi Daya Tarik Utama
SinPo.id - Indonesia kembali mendapat sorotan positif dari investor global di tengah ketidakpastian ekonomi dunia. Fundamental ekonomi yang kuat serta kebijakan yang kredibel membuat Indonesia disebut sebagai salah satu bright spot atau titik terang dalam perekonomian global.
Fundamental ekonomi yang kuat juga ditekankan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat melakukan sejumlah pertemuan strategis dengan investor besar di New York dan Washington DC, Amerika Serikat.
Dalam pertemuan tersebut, Purbaya menyebut para investor menunjukkan minat kuat untuk menanamkan modal di Indonesia, meski sempat muncul keraguan akibat isu negatif terkait kondisi fiskal.
“Mereka berniat melakukan investasi di Indonesia. Jadi beberapa penjelasan diberikan kepada mereka untuk memastikan keraguan terhadap Indonesia dapat diklarifikasi,” ujar Purbaya di Peninsula Hotel New York, dikutip Kamis, 16 April 2026.
Kata Purbaya, pada dasarnya investor tidak meragukan fundamental ekonomi Indonesia, namun ingin memastikan langsung kondisi terkini. Setelah mendapatkan penjelasan, menurutnya, investor dapat memahami arah kebijakan ekonomi Indonesia yang dinilai sejalan dengan prinsip-prinsip ekonomi yang kuat.
“Kita jelaskan kebijakan fundamental kita seperti apa, dan karena mereka orang yang memahami, mereka dapat menerima bahwa penjelasan tersebut sesuai dengan teori-teori ekonomi,” imbuhnya.
Optimisme terhadap Indonesia juga disampaikan Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva.
Dalam pertemuan IMF Spring Meetings pada Selasa, 14 April 2026, Indonesia dinilai menjadi salah satu 'cahaya' bagi ekonomi global. Hal ini lantaran Indonesia dianggap mampu menjaga stabilitas makroekonomi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang solid.
Indonesia dianggap berhasil mempertahankan disiplin fiskal dengan menjaga defisit di bawah 3 persen dari produk domestik bruto (PDB), serta menerapkan kebijakan yang adaptif dan berorientasi ke depan di tengah tekanan global.
“IMF dan investor global mengapresiasi konsistensi Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang solid, disiplin dalam mempertahankan defisit di bawah 3 persen dari PDB, serta respons kebijakan yang adaptif dan forward-looking dalam menghadapi tekanan eksternal,” tulis Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Anton Pitono dalam keterangannya.
Bank Indonesia juga menegaskan bahwa ekonomi domestik tetap berada di jalur yang tepat dengan pertumbuhan yang solid, inflasi yang terkendali, serta intermediasi perbankan yang terus membaik.
“Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, Indonesia dinilai mampu mengelola keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan secara optimal, dengan tetap menjaga momentum pertumbuhan yang didukung oleh kuatnya permintaan domestik,” kata dia.
Selain itu, bauran kebijakan yang ditempuh dinilai semakin terintegrasi, mengombinasikan kebijakan moneter yang menjaga stabilitas, kebijakan makroprudensial yang mendorong pertumbuhan, serta penguatan sistem pembayaran untuk mendukung digitalisasi ekonomi.
Ke depan, sinergi antara pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar, likuiditas, serta disiplin fiskal diyakini akan semakin memperkuat kepercayaan investor.
Dengan fundamental yang kuat dan arah kebijakan yang kredibel, Indonesia dinilai tidak hanya mampu bertahan dari tekanan global, tetapi juga berpeluang menjadi tujuan utama investasi di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
“Secara keseluruhan, rangkaian pertemuan ini memperkuat keyakinan investor bahwa Indonesia tidak hanya berdaya tahan, tetapi juga semakin adaptif dan kredibel dalam menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah tantangan global,” pungkas Anton.
