Presiden Prabowo Tegaskan Keselamatan Jemaah Haji Jadi Prioritas di Tengah Eskalasi Timur Tengah

Laporan: Tim Redaksi
Kamis, 16 April 2026 | 00:18 WIB
Menteri Haji dan Umroh, Mochamad Irfan Yusuf Hasyim (SinPo.id/Bakom RI)
Menteri Haji dan Umroh, Mochamad Irfan Yusuf Hasyim (SinPo.id/Bakom RI)

SinPo.id - Pemerintah memastikan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi berjalan sesuai rencana, meskipun situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah mengalami eskalasi. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa keselamatan jemaah haji menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan kebijakan.

Menteri Haji dan Umroh, Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, menyampaikan perkembangan situasi di Timur Tengah menjadi perhatian serius pemerintah dalam memastikan kelancaran dan keamanan pelaksanaan ibadah haji.

Dia menegaskan pemerintah terus memantau perkembangan situasi global secara cermat, sambil memastikan jemaah Indonesia dapat menunaikan ibadah haji dengan aman, nyaman, dan lancar. Presiden telah memberikan arahan tegas agar seluruh skenario penyelenggaraan haji berorientasi pada aspek keselamatan jemaah.

“Eskalasi konflik yang terjadi di Timur Tengah menjadi perhatian pemerintah dalam penyelenggaraan ibadah haji. Presiden memerintahkan bahwa keselamatan jemaah adalah prioritas utama. Sehingga, semua skenario penyelenggaraan ibadah haji dan rencana mitigasi risiko harus didasarkan pada prinsip tersebut,” kata Irfan dalam dalam Konferensi Pers Pemerintah: Update PHTC dan Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026, di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 15 April 2026.

Pemerintah juga telah menetapkan fokus pengamanan secara menyeluruh. Tidak hanya saat jemaah berada di Tanah Suci, tetapi juga selama perjalanan dan distribusi logistik.

“Fokus pada keamanan jemaah di Arab Saudi, keamanan selama perjalanan ke/dari Arab Saudi, serta keamanan logistik selama melaksanakan ibadah haji,” jelasnya.

Meski dihadapkan pada dinamika kawasan Timur Tengah—terutama ketegangan Iran dengan Amerika-Israel— pemerintah memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan haji tetap berjalan sesuai jadwal.

“Dari hasil koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, otoritas bandara, maskapai penerbangan, serta otoritas Arab Saudi, penyelenggaraan ibadah haji tetap dilakukan sesuai jadwal,” ucapnya.

Kuota haji Indonesia pada 2026 atau 1447 Hijriah ditetapkan sebanyak 221 ribu orang. Jumlah ini terdiri atas 203.320 haji reguler atau 92 persen dan 17.680 haji khusus (8 persen).

Keberangkatan jemaah haji kloter pertama dijadwalkan pada 22 April 2026 dengan rute menuju Madinah, dilanjutkan ke Makkah. Sedangkan keberangkatan terakhir dijadwalkan pada 21 Mei 2026.

Adapun puncak ibadah haji diperkirakan jatuh pada 22 Mei 2026 dengan jadwal inti ibadah haji berlangsung pada 26 Mei 2026. Dan pemulangan jemaah secara bertahap akan dilakukan pada 1 Juni hingga 1 Juli 2026.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI