BNPP RI Tingkatkan Daya Saing Tenun Ikat di Wilayah Perbatasan
SinPo.id - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM bagi Pengusaha Mikro Sektor Tenun Ikat di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan yang digelar oleh Asisten Deputi Potensi Kawasan Perbatasan Darat (Asisten Deputi PKPD) tersebut, merupakan bagian dari komitmen BNPP RI untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat perbatasan melalui peningkatan kapasitas UMKM berbasis potensi lokal.
Adapun fokus pelatihan diarahkan pada penguatan keterampilan teknis dan kreativitas perajin tenun ikat agar mampu menghasilkan produk mandiri yang bernilai tambah dan berdaya saing.
Menurut Asisten Deputi PKPD BNPP RI, Brigjen TNI Topri Daeng Balaw, pelatihan tersebut merupakan implementasi mandat Presiden Prabowo Sunianto yang tertuang dalam Asta Cita keenam, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.
"Kami menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan. Harapannya, kemampuan mereka meningkat sehingga memiliki keahlian yang lebih unggul dan produknya semakin bernilai," kata Topri, dalam keterangan persnya, Selasa, 14 April 2026.
Pihaknya juga menjelaskan, materi pelatihan mencakup teknik pewarnaan alami dan penjemuran benang, pengembangan motif tenun khas Belu, hingga penjahitan produk turunan berbahan tenun seperti dompet.
Melalui penguatan sektor tenun ikat, BNPP RI mendorong perajin agar lebih kreatif, meningkatkan kualitas kain, serta mengolahnya menjadi produk turunan seperti tas, dompet, dan pakaian.
“Pelatihan dua hari ini tidak berhenti di sini. BNPP RI akan mendorong pendampingan berkelanjutan hingga aspek pemasaran, agar produk benar-benar siap bersaing dan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat perbatasan,” tutur
Sementara melalui peningkatan kapasitas SDM dan UMKM unggul berbasis potensi lokal, BNPP RI menegaskan komitmennya menghadirkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan perbatasan, agar sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat dari pinggiran.
