Temui MKD, Aboe Bakar Tak Berniat Singgung Ulama Madura soal Narkoba

Laporan: Juven Martua Sitompul
Selasa, 14 April 2026 | 16:57 WIB
Anggota Komisi III DPR RI Aboe Bakar Alhabsy (SinPo.id/ Galuh Ratnatika)
Anggota Komisi III DPR RI Aboe Bakar Alhabsy (SinPo.id/ Galuh Ratnatika)

SinPo.id - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS Aboe Bakar Al-Habsyi memenuhi panggilan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Pemenggilan untuk memberikan klarifikasi atas pernyataannya terkait dugaan keterlibatan oknum di Madura dalam jaringan narkoba yang menuai polemik di masyarakat.

Pemanggilan tersebut dilakukan menyusul beredarnya potongan video pernyataan Aboe Bakar dalam rapat kerja bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), yang kemudian memicu kritik karena dinilai terlalu general dan menyentuh institusi keagamaan.

"Hari ini saya dipanggil oleh MKD untuk memberikan keterangan sehubungan dengan beredarnya potongan video pernyataan saya dalam rapat kerja bersama BNN yang kemudian menimbulkan polemik di tengah masyarakat, khususnya di kalangan ulama dan masyarakat Madura," kata Aboe Bakar di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 14 April 2026.

Dalam klarifikasinya, Habib Aboe menyampaikan permohonan maaf kepada para ulama, kiai, serta masyarakat Madura yang merasa tersinggung. Dia mengakui pernyataannya telah menimbulkan persepsi seolah-olah menyudutkan ulama atau pesantren.

"Saya menegaskan tidak ada niat sedikit pun untuk menghina atau mendiskreditkan ulama," ujarnya.

Dia menjelaskan kalau pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks keprihatinan terhadap ancaman peredaran narkotika yang dinilai semakin meluas dan menyasar berbagai lapisan masyarakat.

Menurut mantan Wakil Ketua MKD DPR RI itu, ajakan tersebut ditujukan kepada semua pihak, termasuk lembaga pendidikan keagamaan, agar meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat upaya pencegahan. Namun demikian, dia mengakui cara penyampaiannya kurang tepat sehingga menimbulkan multitafsir di publik.

"Sebagai bentuk tanggung jawab, saya telah melakukan komunikasi untuk melakukan safari silaturahmi ke sejumlah pihak dengan didampingi tokoh masyarakat," ucapnya.

Penjaga Moral Bangsa

Di sisi lain, Habib Aboe menegaskan bahwa ulama dan pesantren merupakan pilar penting dalam menjaga moral bangsa. Legislator dari Fraksi PKS ini menilai peran ulama sangat strategis dalam upaya edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Peristiwa ini, kata dia, menjadi pelajaran untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pandangan di ruang publik. Dia juga berkomitmen menjaga etika dan kehormatan sebagai anggota DPR RI.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI