BMKG Prediksi Puncak Kemarau Agustus, Wilayah Selatan Khatulistiwa Paling Terdampak

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 14 April 2026 | 05:36 WIB
kemarau (pixabay)
kemarau (pixabay)

SinPo.id -  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan rerata klimatologis 30 tahun terakhir. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026, dengan wilayah selatan khatulistiwa menjadi daerah paling terdampak.

“Musim kemarau akan mulai masuk pada April, Mei hingga Juni, dengan puncaknya di Agustus. Daerah yang paling banyak terpengaruh adalah bagian selatan khatulistiwa,” ujar Faisal usai rapat bersama Komisi V DPR di Senayan, Jakarta.

BMKG menyebutkan sejumlah wilayah yang akan lebih dulu memasuki musim kemarau, antara lain Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Pulau Jawa (pesisir dan dataran tinggi), serta Sumatera bagian selatan. Pada Juli, Indonesia diprediksi mengalami fenomena El Nino lemah hingga moderat, yang memperkuat potensi kekeringan.

Faisal menambahkan, enam provinsi yang paling berisiko mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) adalah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Meski demikian, hujan masih mungkin terjadi di beberapa wilayah, namun dengan intensitas rendah, tidak lebih dari 150 milimeter per bulan.

BMKG juga mengingatkan bahwa saat Hari Raya Idul Adha, sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau, meski ada daerah yang baru memulai atau sedikit terlambat. Secara umum, sekitar 50 persen zona musim di Indonesia diperkirakan akan mengalami kemarau lebih cepat, yakni mulai April.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI