AS Tewaskan 5 Orang dalam Serangan Kapal, Trump Ancam Iran dengan 'Sistem Pembunuhan' Serupa
SinPo.id - Kampanye serangan kapal oleh militer Amerika Serikat kembali menelan korban. Serangan terbaru di Samudra Pasifik timur pada Sabtu menewaskan lima orang, sehingga total korban jiwa mencapai 168 orang sejak operasi dimulai.
Komando Selatan AS (SOUTHCOM) mengumumkan bahwa dua kapal yang disebut berada di “jalur narkotrafik” menjadi target, meski tanpa bukti jelas. Satu orang dilaporkan selamat, namun nasibnya belum diketahui. Amnesty International USA mengecam operasi ini sebagai “pembantaian ilegal” yang tidak memiliki kerangka hukum.
Presiden Donald Trump kemudian mengancam akan menggunakan “sistem pembunuhan” yang sama terhadap Iran, meski saat ini tengah berlangsung gencatan senjata. Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyatakan bahwa kapal cepat Iran akan “segera dieliminasi” jika mendekati blokade AS di Selat Hormuz. Ia menegaskan bahwa metode serangan terhadap kapal narkotrafik akan diterapkan langsung terhadap armada Iran.
Sejak Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengizinkan penggunaan pangkalan RAF Fairford, sejumlah pesawat pembom strategis B-52 dan B-1 milik AS terlihat beroperasi dari Gloucestershire. Hal ini memperkuat operasi militer AS yang dinilai banyak pihak sebagai ilegal dan berisiko memperluas konflik.
