AS Kerahkan Dua Kapal Induk untuk Blokade Selat Hormuz
SinPo.id - Blokade Selat Hormuz yang diumumkan Presiden AS Donald Trump pada Minggu 12 April 2026 akan mengandalkan dua kapal induk utama, USS Gerald R. Ford dan USS Abraham Lincoln, beserta kelompok tempurnya yang terdiri dari kapal perusak berpeluru kendali. Kedua armada ini telah ditempatkan di sekitar Teluk Persia sejak kampanye militer AS-Israel terhadap Iran dimulai.
Dalam pernyataannya di Truth Social, Trump menyebut tindakan Iran menanam ranjau laut di jalur tersebut sebagai bentuk “pemerasan dunia.” Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan negara mana pun, termasuk Iran, melakukan pemerasan terhadap komunitas internasional.
Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), dua kapal perusak telah melintasi Selat Hormuz pada Sabtu lalu, menjadi yang pertama sejak kampanye militer dimulai. Mereka bertugas memastikan jalur tersebut bebas dari ranjau laut yang dipasang Garda Revolusi Iran.
Laksamana Brad Cooper, Komandan CENTCOM, mengatakan langkah ini “memulai proses pembentukan jalur baru” yang akan dibagikan kepada industri maritim untuk mendorong kelancaran perdagangan global.
Selain kapal induk dan kapal perusak, operasi pembersihan ranjau juga akan melibatkan teknologi militer terbaru, termasuk drone bawah laut. Inggris dilaporkan tengah menyiapkan kapal RFA Lyme Bay sebagai “mothership” bagi ratusan drone penyapu ranjau, bagian dari strategi Hybrid Navy yang menggabungkan kapal berawak dengan sistem tanpa awak.
Trump menegaskan bahwa setiap serangan Iran terhadap kapal AS atau kapal sipil akan dibalas dengan kekuatan penuh. “Kami akan mulai menghancurkan ranjau yang ditanam Iran. Setiap orang Iran yang menembak kami, atau kapal damai, akan DIHANCURKAN!” tulisnya.
Blokade ini menambah ketegangan di jalur vital yang menyalurkan sekitar 20 persen minyak dunia, di tengah negosiasi gencatan senjata yang belum menghasilkan kesepakatan terkait program nuklir Iran.
