Wamenag: Saya Ingin Ditjen Pesantren Clean, Tidak Ada Permainan Pengangkatan Pejabat
SinPo.id - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i, menekankan pentingnya penerapan prinsip meritokrasi dalam tata kelola Direktorat Jenderal Pesantren. Penataan pejabat dan pengembangan talenta, harus berbasis kompetensi, integritas, dan rekam jejak, bukan praktik transaksional.
"Saya ingin Ditjen Pesantren ini clean, tidak ada permainan dalam pengangkatan pejabat di dalamnya," kata Romo Syafi'i dalam keterangannya, Minggu, 12 April 2026.
Romo Syafi’i menegaskan, dirinya akan terlibat langsung dalam proses penyusunan pejabat dan pemetaan talenta di Ditjen Pesantren. Keterlibatan ini penting untuk menjaga kesinambungan arah kebijakan yang telah dirintis sejak awal.
"Dalam penyusunan pejabat atau bidik talenta di Ditjen Pesantren, saya harus ikut. Karena saya sudah terlibat hingga terbentuknya Ditjen Pesantren. Jangan sampai sudah selesai saya gak tau nanti," ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada praktik transaksional dalam proses pengangkatan pejabat. Menurutnya, tata kelola yang bersih menjadi prasyarat utama untuk menghadirkan kepercayaan publik sekaligus keberkahan dalam pengelolaan lembaga.
"Ini menjadi bagian dari upaya Kemenag untuk memperkuat tata kelola kelembagaan yang profesional dan berintegritas, sekaligus memastikan bahwa pengembangan pesantren ke depan ditopang oleh sistem yang adil, transparan, dan berorientasi pada kualitas sumber daya manusia," tukasnya.

