Pemerintah Iran Sebut Keberhasilan Perundingan Perdamaian Bergantung pada AS

Laporan: Galuh Ratnatika
Minggu, 12 April 2026 | 13:12 WIB
Esmaeil Baqaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran. (SinPo.id/AP)
Esmaeil Baqaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran. (SinPo.id/AP)

SinPo.id - Seorang juru bicara pemerintah Iran memperingatkan, keberhasilan perundingan perdamaian bergantung pada persyaratan yang diberikan Amerika Serikat (AS). Ia berharap tidak ada tuntutan yang berlebihan dan permintaan yang melanggar hukum.

"Negosiasi juga bergantung pada keseriusan dan itikad baik dari pihak lawan," kata Esmaeil Baqaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, dilansir dari Sky News, Minggu, 12 April 2026.

Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah pemerintah Iran mengatakan kepada media bahwa tuntutan Amerika tidak masuk akal dan berlebihan.

Selain itu, pernyataan Baqaei juga merujuk pada pelanggaran kesepakatan gencatan senjata dan tindakan jahat yang dilakukan AS. Kemudian juga mencakup Selat Hormuz, masalah nuklir, ganti rugi perang, sanksi, dan pengakhiran perang.

Sementara itu, Wakil Presiden AS, JD Vance, mengatakan para negosiator Iran menolak persyaratan yang diberikan AS untuk mengakhiri perang. Hal itu ia sampaikan setelah 21 jam perundingan perdamaian di Pakistan.

"Iran telah memilih untuk tidak menerima persyaratan kami. Jadi kami kembali ke Amerika Serikat, tanpa mencapai kesepakatan," ungkapnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI