WSJ: Iran Masih Simpan Ribuan Rudal Balistik, Trump Menyebut Klaim Intelijen ‘Berita Palsu’
SinPo.id - The Wall Street Journal melaporkan bahwa Iran masih memiliki ribuan rudal balistik meski klaim resmi Amerika Serikat menyebut program rudal Teheran telah hancur. Laporan itu mengutip pejabat AS dan Israel yang menyatakan Iran mampu mengekstraksi peluncur rudal dari fasilitas bawah tanah, serta masih menyimpan lebih dari 1.000 rudal jarak menengah dari sekitar 2.500 unit yang dimiliki sebelum perang.
Meski arsenal rudal Iran disebut telah berkurang setengahnya, intelijen AS menilai Teheran tetap memiliki kemampuan untuk memulihkan sebagian kekuatan militernya. Selain rudal balistik, Iran juga masih menyimpan sejumlah rudal jelajah dan berpotensi memperoleh sistem drone baru dari Rusia. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Iran dapat menggunakan jeda gencatan senjata untuk membangun kembali sebagian persenjataannya.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa program rudal Iran “secara fungsional telah hancur” dan stok rudal “hampir sepenuhnya tidak efektif.” Namun, laporan intelijen yang bocor menunjukkan gambaran berbeda.
Menanggapi laporan tersebut, Presiden AS Donald Trump menulis di Truth Social bahwa media “gila atau korup” karena menyebut AS kalah. Ia menegaskan bahwa militer AS telah “sepenuhnya menghancurkan angkatan bersenjata Iran, termasuk angkatan laut dan angkatan udara.” Trump juga mengklaim kepemimpinan Iran telah “mati” dan Selat Hormuz akan segera dibuka kembali untuk perdagangan global.
Sementara itu, Gedung Putih melalui juru bicara Anna Kelly menyatakan bahwa keberhasilan militer AS telah memberi posisi tawar maksimal bagi delegasi AS dalam perundingan damai dengan Iran di Pakistan. Namun, laporan intelijen terbaru menegaskan bahwa ancaman rudal Iran belum sepenuhnya hilang, menambah keraguan atas klaim kemenangan total yang disampaikan pemerintahan Trump.
