Klaim Menhan AS Pete Hegseth Soal Hancurnya Rudal Iran Dibantah Laporan Intelijen

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 12 April 2026 | 03:23 WIB
Perang (Pixabay)
Perang (Pixabay)

SinPo.id -  Pernyataan keras Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengenai kehancuran total program rudal Iran ternyata tidak sejalan dengan laporan intelijen. Menurut The Wall Street Journal, Iran masih memiliki ribuan rudal balistik yang disimpan di lokasi bawah tanah dan dapat kembali digunakan.

Dalam konferensi pers di Pentagon, Rabu 8 April 2026, Hegseth menyatakan bahwa “program rudal Iran secara fungsional telah hancur, peluncur, fasilitas produksi, dan stok persenjataan mereka hampir sepenuhnya tidak efektif.” Ia juga menegaskan bahwa angkatan udara Iran telah “dihapuskan.”

Namun, sumber intelijen AS menyebutkan bahwa meski lebih dari separuh peluncur rudal Iran telah dihancurkan atau terperangkap, banyak di antaranya masih bisa diperbaiki atau dikeluarkan dari kompleks bawah tanah. Pejabat AS dan Israel menambahkan bahwa Iran masih memiliki lebih dari 1.000 rudal jarak menengah dari perkiraan 2.500 unit yang dimiliki sebelum perang.

Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine, menegaskan tujuan perang adalah menghancurkan kemampuan rudal dan drone Iran, angkatan laut, serta basis industri pertahanan mereka. Sementara juru bicara Gedung Putih Anna Kelly menyebut tujuan tersebut telah tercapai, sehingga tim negosiasi AS memiliki “leverage maksimal” dalam perundingan damai dengan Iran di Pakistan.

Meski demikian, laporan intelijen terbaru menunjukkan ancaman rudal Iran belum sepenuhnya hilang. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan atas klaim kemenangan total yang berulang kali disampaikan Hegseth. Pentagon sendiri menolak memberikan komentar lebih lanjut.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI