Iran Ancam Serang Kapal Perang AS di Selat Hormuz, Gencatan Senjata Terancam

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 12 April 2026 | 02:18 WIB
Selat Hormuz
Selat Hormuz

SinPo.id -  Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Teheran mengancam akan menyerang kapal perang AS yang memasuki Selat Hormuz. Ancaman itu disampaikan melalui mediator Pakistan, dengan peringatan bahwa kapal AS bisa menjadi target dalam waktu 30 menit jika tetap melintas di jalur strategis tersebut.

Peringatan ini muncul setelah Angkatan Laut AS mengirimkan beberapa kapal perusak melintasi Selat Hormuz pada Sabtu 11 April 2026. Menurut laporan Axios, operasi tersebut dilakukan tanpa koordinasi dengan Iran dan bertujuan menegaskan kebebasan navigasi di perairan internasional. Komando Pusat AS (CENTCOM) kemudian mengonfirmasi bahwa dua kapal perusak telah berlayar melalui selat sebagai bagian dari rencana pembersihan ranjau laut. “Hari ini kami mulai membangun jalur baru dan akan segera membagikan jalur aman ini kepada industri maritim,” tulis CENTCOM di platform X.

Media yang berafiliasi dengan pemerintah Iran menyebut langkah AS sebagai pelanggaran gencatan senjata, sehingga memperburuk suasana perundingan yang baru dimulai di Pakistan. Meski demikian, seorang pejabat AS menyatakan Washington tidak menerima peringatan langsung dari Teheran.

Selat Hormuz, yang terletak di pesisir selatan Iran, merupakan jalur vital perdagangan energi dunia dengan porsi besar minyak global melewati kawasan tersebut. Walau gencatan senjata sempat diharapkan membuka kembali jalur ini, lalu lintas kapal masih terbatas karena kekhawatiran akan serangan Iran. Beberapa kapal dagang yang melintas pun melakukannya dengan hati-hati.

Situasi ini menegaskan rapuhnya gencatan senjata. Kedua pihak tampak menguji batas kesepakatan sementara diplomasi terus berjalan. Dengan ancaman Iran dan manuver militer AS, masa depan jalur perdagangan minyak dunia di Selat Hormuz masih penuh ketidakpastian.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI