Foke: Lebaran Betawi Digelar dengan Konsep Sederhana

Laporan: Sigit Nuryadin
Sabtu, 11 April 2026 | 20:18 WIB
Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB) Fauzi Bowo/ Foke (Foto: SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)
Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB) Fauzi Bowo/ Foke (Foto: SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)

SinPo.id - Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB) Fauzi Bowo atau kerap disapa Foke menyatakan perayaan Lebaran Betawi 2026 digelar dengan konsep yang lebih sederhana. Keputusan itu diambil sebagai respons atas kondisi sosial masyarakat dan dinamika global yang dinilai tengah tidak menentu.

“Situasi global saat ini menimbulkan ketidakpastian. Kita juga melihat masih banyak saudara kita yang mengalami kesulitan,” kata Foke di lokasi, Sabtu, 11 April 2026.

“Karena itu, kami memutuskan untuk menyederhanakan perayaan ini, " sambungnya. 

Menurut Foke, langkah tersebut bukan sekadar penyesuaian teknis acara, melainkan cerminan kepekaan terhadap situasi yang lebih luas. 

Dia menyinggung belum pulihnya sebagian masyarakat dari dampak bencana alam yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Selain faktor domestik, Foke juga menyoroti pengaruh konflik global terhadap kondisi psikologis dan ekonomi masyarakat. 

Dia menyebut krisis kemanusiaan di Jalur Gaza dan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah sebagai bagian dari konteks yang tidak bisa diabaikan.

“Masih banyak saudara-saudara kita yang belum kembali pulih dari bencana alam sehingga kehidupan sosial dan ekonominya belum normal,” ujar Foke.

“Di sisi lain, berlangsungnya penindasan di Jalur Gaza dan perang di Timur Tengah berdampak pada ketidakpastian di seluruh dunia," tambahnya. 

Foke menilai kondisi tersebut menuntut adanya sikap empati kolektif. Dia mengajak masyarakat memahami keputusan penyederhanaan perayaan sebagai bentuk solidaritas sosial, bukan pengurangan makna budaya.

“Ini adalah momentum untuk meningkatkan empati dan solidaritas kita,” kata dia.

Adapun Lebaran Betawi selama ini dikenal sebagai perayaan budaya tahunan yang meriah, menampilkan ragam tradisi khas Betawi. Namun, pada tahun ini, panitia memilih pendekatan yang lebih sederhana dengan menekankan nilai kebersamaan di tengah situasi yang dinilai penuh tantangan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI